Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus DM Tipe 2 Setelah Pemberian Terapi Ekstrak Daun Bandotan
DOI:
https://doi.org/10.58222/1n8q5k66Kata Kunci:
Diabetes Mellitus; Ekstrak Daun Bandotan; Histopatologi Pankreas; Tikus wistar.Abstrak
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia dan berpotensi menyebabkan kerusakan pada jaringan pankreas. Terapi standar DM, seperti obat glibenclamide, berfokus pada penurunan kadar glukosa darah, namun efektivitasnya dalam memperbaiki kerusakan jaringan pankreas masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan terapi tambahan seperti ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides) yang diketahui mengandung senyawa antioksidan untuk menangkal Reactive Oxygen Species (ROS) dalam membantu memperbaiki kerusakan sel β pankreas akibat stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran histopatologi pankreas tikus wistar DM tipe 2 setelah pemberian ekstrak daun bandotan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain post-test only control group design menggunakan 30 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol, kelompok perlakuan obat glibenclamide, dan kelompok perlakuan ekstrak daun bandotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ekstrak daun bandotan memiliki gambaran histopatologi pankreas yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok perlakuan obat glibenclamide, yang ditandai dengan batas pulau Langerhans lebih jelas, jumlah sel yang hanya berkurang sedikit, serta bentuk sel yang relatif normal, meskipun masih ditemukan degenerasi dan nekrosis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun bandotan berpotensi membantu memperbaiki kerusakan jaringan pankreas pada tikus DM tipe 2.
Referensi
Adnyana, I. D. P. A., Meles, D. K., Zakaria, S., & Suwasanti, N. (2016). Efek Anti Diabetes Buah Pare (Momordica charantia Linn.) Terhadap Kadar Glukosa Darah, Sel Penyusun Pulau Langerhans dan Sel Leydig pada Tikus Putih Hiperglikemia. Acta Veterinaria Indonesiana, 4(2), 43–50. http://www.journal.ipb.ac.id/indeks.php/actavetindones
Alexander Utama, J., Kaseke, M. M., & Angmalisang, E. C. (2025). Gambaran Histologi Pankreas Tikus Wistar yang diberi Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) setelah diinduksi Aloksan. Syntax Idea, 6(2), 212–222. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v7i2.12225
Hariono, Kaiin, E. M., Suryati, T., Ulupi, N., & Afnan, R. (2025). Aktivitas Farmakologis Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) dalam Bidang Kesehatan Hewan. Jurnal Peternakan Indonesia, 27(3), 179–188.
IDF. (2019). IDF Diabetes Atlas 9th.
Kalfari, J., Herdwiani, W., & Kurniasari, F. (2025). Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) terhadap Kadar Glukosa Darah dan Malondialdehid pada Tikus Yang Diinduksi Aloksan. Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 8(1), 79–89.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hari Diabetes Sedunia Tahun 2018.
Kodariah, L., Aulia, S., Fadhilah, W. K., & Rahayu, A. (2024). Efektivitas Rebusan Jahe Putih Kecil (Zingiber officinale var. Amarum) terhadap Gambaran Histologi Pankreas Mencit (Mus Musculus) Diabetes Melitus. Jurnal Sains Dan Kesehatan (J. Sains Kes.), 6(6), 866–874.
Pay, C., Watuguly, T., & Wael, S. (2022). Potensi Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L) Sebagai Obat Diabetes Melitus. BIOPENDIX Jurnal Biologi Pendidikan Dan Terapan, 9(1), 89–99.
PERKENI. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. In PB Perkeni. PB Perkeni. www.ginasthma.org.
Wulandari, N. L. W. E., Udayani, N. N. W., Arman Anita Dewi, N. L. K., Putri Triansyah, G. A., Mahita Kumari Dewi, N. P. E., Ayu Putu Widiasriani, I., & Sagung Sri Prabandari, A. A. (2024). Artikel Review: Pengaruh Pemberian Induksi Aloksan Terhadap Gula Darah Tikus. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 4(2), 205–216. https://doi.org/10.37311/ijpe.v4i2.26494












_1.png)
