Hubungan Efikasi Diri terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.58222/juvokes.v5i1.1473Abstrak
Type 2 Diabetes Mellitus (DM) is a chronic non-communicable disease with an increasing global prevalence, including in Indonesia. The long-term management required for this condition has a significant impact on patients’ quality of life. This study aimed to analyze the relationship between self-efficacy and quality of life among patients with type 2 DM at the Outpatient Department of Dr. Sitanala Central Public Hospital, Tangerang City A descriptive. correlational study with a cross-sectional design was conducted. A purposive sampling technique was used to recruit 196 patients with type 2 DM who attended routine follow-up visits. Data collection employed the DMSES and WHOQOL-BREF questionnaires. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Spearman Rank. Most respondents had moderate (49.5%) and high (40.8%) levels of self-efficacy. The majority reported good quality of life (59.7%). The Spearman Rank test indicated a significant positive correlation between self-efficacy and quality of life p = 0.000, r = 0.707. Self-efficacy has a strong positive relationship with quality of life in patients with type 2 DM. Interventions that enhance self-efficacy are essential in the long-term management of diabetes.
Keywords: Diabetes Mellitus Type 2; Quality of Life; Self-Efficacy
AbstrakLatar Belakang: Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Kondisi ini berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien karena memerlukan pengelolaan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Sitanala Kota Tangerang. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 196 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DMSES) dan WHOQOL-BREF, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rank karena data berdistribusi tidak normal. Sebagian besar responden memiliki efikasi diri sedang (49,5%) dan tinggi (40,8%). Kualitas hidup mayoritas responden berada pada kategori baik (59,7%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan hubungan positif signifikan antara efikasi diri dan kualitas hidup (p = 0,000; r = 0,707), yang berarti semakin tinggi efikasi diri, semakin baik kualitas hidup pasien DM tipe 2. Terdapat hubungan positif signifikan antara efikasi diri dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Peningkatan efikasi diri perlu menjadi fokus dalam intervensi keperawatan untuk mendukung kualitas hidup pasien.
Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2; Efikasi Diri; Kualitas Hidup
Referensi
Alfatih, H., Faishal, & Irawan, E. (2021). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Babakan Sari. Jurnal Keperawatan BSI, 9(1), 74–81. http://ejurnal.ars.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/483
Amalia, D. R., & Asnindari, L. N. (2024). Hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kalasan Sleman Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, 2(September), 327–334.
Andayani, F., & Rohayati, R. (2023). Lama Menderita dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit X Kota Bekasi, Jawa Barat. Jurnal Penelitian Kesehatan" …, 14(7), 57–61. http://forikes-ejournal.com/index.php/SF/article/view/sf14nk111
Arania, R., Triwahyuni, T., Firhat, E., et al. (2023). Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin, dan Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Diabetes Mellitus di klinik Mardi Waluyo Lampung Tengah. Journal of Economics/ Zeitschrift fur Nationalokonomie, 139(3), 235–260. https://doi.org/10.1007/s00712-023-00827-W
Dinas Kesehatan Provinsi Banten. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2023.
International Diabetes Federation. (2025). IDF Diabetes Atlas (11 ed.). http://diabetesatlas.org/
Irjayanti P, K., Zaenal, S., & Suhartatik. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Peningkatan Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 1(6), 805–813. https://123dok.com/document/yj7xmxdk-faktor-faktor-mempengaruhi-terjadinya-peningkatan-diabetes-melitus-tipe.html
Kemenkes. (2023). Survei Kesehatan Indonesia. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Nomor 1). http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng-8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/2009/2024 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Diabetes Melitus pada Anak.
Moghaddam, F. G., Talkhi, N., & Peyman, N. (2024). Investigating the relationship between self-efficacy and quality of life in Iranian women. BMC women’s health, 24(1), 558. https://doi.org/10.1186/s12905-024-03386-4
Muhammad Hannan. (2021). Gambaran Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus. 2(2), 32–38.
Oktarina, Y., & Sulistiawan, A. (2022). Self Efficacy and Quality of Life in Chronic Renal Failure Persons on Hemodialysis. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(2), 369–374. https://doi.org/10.30604/jika.v7i2.910
Rusmayanti, P. S. A., Ayu Dhea Manto, O., & Rahmat Santoso, B. (2024). Hubungan Pengetahuan dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Terminal Banjarmasin. Indonesian Journal of Nursing Health Science ISSN, 9(1), 42–49.
Sari, L. N., Novitasari, M., Sutrisna, M., et al. (2024). Jenis Kelamin Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Mellitus. 6, 91–100. https://doi.org/10.1234/jkr.v6i2.895
Shafitri Paris, N. R., Novarina Kasim, V. A., Sulistiani Basir, I., et al. (2023). Hubungan Lama Menderita Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus The Relationship of Long Suffering With Quality of Life in Diabetes Mellitus Patients 1. An Idea Nursing Journal ISSN, 2(1), 14–23.
Suardana, I. K., Anita Rismawati, N. K., & Mertha, I. M. (2020). Hubungan Efikasi Diri dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI), 3(3), 141. https://doi.org/10.32419/jppni.v3i3.164
Sudyasih, T., & Nurdian Asnindari, L. (2021). Hubungan Usia Dengan Selfcare Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Intan Husada: Jurnal Ilmu Keperawatan, 9(1), 21–30. https://doi.org/10.52236/ih.v9i1.205
Sugiyono. (2020). Statistika untuk Penelitian (15 ed.). CV. Alfabeta.
Suharwanto. (2024). Kualitas Hidup pada Manusia Lanjut Usia: Faktor dan Pengukurannya. Jurnal Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah, 6(1), 21–33.
Susilawati, E., Hesi, R. P. P., & A Soerawidjaja, R. (2021). Hubungan Efikasi Diri terhadap Kepatuhan Perawatan Kaki Diabetes Melitus pada Masa Pandemi. Faletehan Health Journal, 8(03), 152–159. https://doi.org/10.33746/fhj.v8i03.295
World Health Organization. (2024). Diabetes. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diabetes
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muhamad Muchyiddin Abdul Qodir

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












_1.png)
