Hubungan Tingkat Stres Dan Aktivitas Fisik Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Kelas X Di SMKN 5 Kabupaten Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.58222/juvokes.v4i2.1450Kata Kunci:
Aktivitas Fisik, Siklus Menstruasi, Tingkat StresAbstrak
Masalah siklus menstruasi yang tidak teratur pada remaja putri merupakan permasalahan yang sering terjadi dan dapat menjadi indikator adanya gangguan kesehatan reproduksi. Salah satu faktor yang memengaruhi ketidakteraturan siklus menstruasi adalah tingkat stres, di mana peningkatan hormon kortisol dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Faktor lain yaitu aktivitas fisik, baik yang terlalu berat maupun terlalu rendah, yang dapat memicu gangguan ovulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan aktivitas fisik dengan siklus menstruasi pada remaja putri kelas X di SMKN 5 Kabupaten Tangerang. Desain penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 256 siswi, dengan teknik probability sampling menggunakan stratified random sampling, dan diperoleh sampel 156 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi (p=0,000 <0,05) serta terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi (p=0,000 <0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat stres dan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan keteraturan siklus menstruasi pada remaja putri kelas X di SMKN 5 Kabupaten Tangerang. Diharapkan remaja putri dapat mengelola stres dengan baik dan menjaga pola aktivitas fisik yang seimbang untuk meningkatkan kesehatan reproduksi.
Referensi
Amelia, C., Acholder, A., & Balqis Shahab, S. (2022). Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Batam. Zona Kedokteran, 12(1), 10–15. https://doi.org/10.37776/zked.v12i1.980
Ariani, S., Nurcahyan, R., & Diel, M. M. (2024). Hubungan Tingkat Stres Dan Perilaku Konsumsi Fast Food Dengan Kejadian Nyeri Menstruasi (Dismenore) Pada Remaja Putri. Jurnal Medika Malahayati, 8(4), 934–941.
Indah, Endah Rachmawati, T., & Noviana, E. (2025). Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Tingkat III Akademi Kebidanan Bandung Tahun 2024. Midwifery Innovation Journal, 1(1), 19–27.
Khoerunnisa, R., Junita, F., & Siantar, R. L. (2024). Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Kelas 12 di SMA PGRI 1 Kota Bekasi. Malahayati Nursing Journal, 6(4), 1543–1554. https://doi.org/10.33024/mnj.v6i4.11046
Louk, A. F., Rante, S. D. T. R., & Folamauk, C. L. H. (2021). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Durasi Siklus Mentruasi Pada Mahasiswi Pre-Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana Tahun 2020. Cendana Medical Journal (CMJ), 9(2), 256–264. https://doi.org/10.35508/cmj.v9i2.5978
Susanti, R. F., Wijayanti, & Fernanda, P. A. (2025). Aktivitas Fisik Berhubungan dengan Siklus Menstruasi Remaja Putri. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 9(1), 68–75.
Winengsih, E., Fitriani, D. A., Stelata, A. G., & Sugiharti, I. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswa Kebidanan Universitas Bhakti Kencana Bandung. JNPH, 11(2), 630.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Septy Ariani, Rahayu Megananda Rosianah, Alfika Safitri

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












_1.png)
