Analisis Implementasi Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM) Pada Lansia Di Puskesmas Rawat Inap Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang
DOI:
https://doi.org/10.58222/juvokes.v1i2.138Kata Kunci:
Pos Pembinaan Terpadu, Penyakit Tidak MeunularAbstrak
Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang seringkali tidak terdeteksi karena tidak ada keluhan dan tidak bergejala yang biasanya ditemukan pada tahap lanjut sehingga sulit disembuhkan dan berakhir pada kecacatan atau dapat menyebabkan kematian. PTM terjadi akibat berbagai faktor risiko yaitu merokok, aktivitas fisik yang kurang, pola makan yang tidak sehat, konsumsi minuman beralkohol, gaya hidup, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana implementasi program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) pada lansia di Puskesmas Rawat Inap Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang.
Metode yang digunakan adalah penelitian ini studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif rancangan deskriptif, data dikumpukan dengan melakukan wawancara secara terstruktur kepada informan penelitian yang terdiri dari Kepala Bidang Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang, Kepala Puskesmas Rawat Inap Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang, Pengelola Program dan Ketua kader masing-masing Posbindu dan masyarakat (lansia). Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari reduksi data, triangulasi dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program Posbindu PTM di di Puskesmas Rawat Inap Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang sudah sesuai dengan tahapan yang telah di tetapkan oleh Menteri Kesehatan, mulai dari tahap registrasi, wawancara, pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah dan juga identifikasi faktor resiko PTM. Peneliti menyarankan kepada Dinas Kesehatan agar dapat memberikan pelatihan kepada kader-kader kesehatan untuk meningkatkan kualitas kader, perlunya pemantauan langsung terkait program Posbindu PTM yang telah dijalankan sehingga dapat melakukan evaluasi terkait implementasi program Posbindu PTM apakah sudah sesuai dengan petunjuk pelaksanaan.
Referensi
Ayuningtyas, D. 2018. Analisis Kebijakan Kesehatan Prinsip dan Aplikasi. Depok: Rajagrafindo Persada.
Arif S. I. (2018). Implementasi kebijakan pemerintah daerah dalam pelayanan publik dasar bidang sosial dikota makasar. Jurnal Administrasi Publik, Vol. 4, No. 1.
Djaenuri, A. 2015. Kepemimpinan Etika dan Kebijakan Pemerintahan. Bogor: Ghaila Indonesia.
Febrianti, Risky. 2017. Implementasi Pelaksanaan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) di Puskesmas Pucang Sewu Kota Surabaya. Jurnal Publika, 5(5).
Fuaddah D. Z., Rahayu N.F. (2018). Pemanfaatan Pos Binaan Terpadu penyakit Tidak Menular Pada Penderita Hipertensi. Jurnal Ners dan kebidanan, Vol.5, No. 1.
Indarjo, S., Hermawati, B., Nugraha E. 2019. Upaya Pelatihan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) pada Kader Posyandu di Desa Kalikayen, Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 23(2): 134-138.
Indiahono, D. 2017. Kebijakan Publik Berbasis Dynamic Policy Analisis. Yogyakarta: Gava Media.
Kemenkes RI. 2015. Permenkes RI Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penggulangan Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Kemenkes RI.
Kemenkes RI. 2016. Permenkes RI Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga. Jakarta: Kemenkes RI.
Kemenkes RI. 2018. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta: Kemenkes RI.
Kemenkes RI. 2019. Pedoman Umum Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Jakarta: Kemenkes RI.
Moleong, J, Lexy. 2018. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Nugraheni, W. P. dan Hartono, R. K. 2018. Strategi Penguatan Program Posbindu Penyakit Tidak Menular di Kota Bogor. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(3): 198-206.
Pasolong, H. 2018. Kepemimpinan Birokrasi. Bandung: Alfabeta.
Ridwan M. (2018). Karakteristik dan prevelensi resiko penyakit kardiovaskulr pada tukang masak warung makan diwilayah kerja puskesmas Tamalangrea. Jurnal Kesehatan, Vol.11, No.1.
Satrianegara, F. dan Saleha, S. 2019. Buku Ajar Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan serta Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Soleha, F. 2017. Komunikasi Partisipatif Pada Program Pos Pembinaan Terpadu (Studi Kasus di Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda). eJournal Ilmu Komunikasi, 5(2): 110-123.
Sugiyono. 2019. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
UU RI Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan.
Wahab, S. A. 2018. Analisis Kebijakan Dari Formulasi ke Penyusunan Model-Model Implementasi Kebijakan Publik. Jakarta: Bumi Aksara.
Winarno, B. 2017. Kebijakan Publik (Teori, Proses dan Studi Kasus). Yogyakarta: Medpress.












_1.png)
