HUBUNGAN SCREEN TIME DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 KOTA BANJARMASIN
DOI:
https://doi.org/10.58222/juvokes.v5i1.1822Kata Kunci:
Physical Activity, Screen Time, Nutritional StatusAbstrak
Screen time yang tinggi dan aktivitas fisik yang rendah sering dikaitkan dengan masalah status gizi pada remaja, tercermin dari prevalensi obesitas usia 13–15 tahun di Kalimantan Selatan sebesar 3,91% dengan angka tertinggi di Kota Banjarmasin yaitu 8,38%, yang melampaui rata-rata provinsi dan mendekati target nasional RAN-PG dan SDGs (<15%). Perubahan gaya hidup akibat penggunaan gawai dan kurangnya aktivitas fisik berpotensi memengaruhi keseimbangan energi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan screen time dan aktivitas fisik dengan status gizi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 101 siswa dengan sampel sebanyak 81 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran screen time dilakukan menggunakan QueST, aktivitas fisik diukur dengan IPAQ-SF, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki screen time kategori tinggi sebanyak 61 siswa (75,3%), hampir setengah responden memiliki aktivitas fisik rendah sebanyak 41 siswa (50,6%), dan sebagian besar responden memiliki status gizi kategori baik sebanyak 31 siswa (38,3%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara screen time dengan status gizi (p value=0,622; r=-0,056) maupun antara aktivitas fisik dengan status gizi (p value=0,427; r=0,090). Pendekatan kesehatan yang komprehensif perlu diperkuat untuk mendukung pemeliharaan status gizi remaja. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain longitudinal serta mempertimbangkan faktor lain, seperti pola makan dan penyakit guna memperoleh gambaran hubungan yang lebih komprehensif.
Referensi
American Academy of Pediatrics. (2021). Media use in school-aged children and adolescents. Pediatrics, 148(3)
Gao, Y., Wang, L., Luo, J., & Zhang, Y. (2022). Associations between screen time, physical activity, and nutritional status among adolescents. BMC Public Health, 22, 1894.
Guthold, R., Stevens, G. A., Riley, L. M., & Bull, F. C. (2021). Global trends in insufficient physical activity among adolescents. The Lancet Child & Adolescent Health, 4(1), 23–35.
Hidayat, M. T., Nurmaulid, A., Wulandari, D. S., Muto’an, A. S., & Aditya, D. (2023). Hubungan Gelombang Cahaya Lampu dan Cahaya Biru dengan Kualitas Tidur Remaja Dewasa. Bhinneka: Jurnal Bintang Pendidikan Dan Bahasa, 2(1), 39–51.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Riskesdas Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2023. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Lestari, D. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi status gizi remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 17(4), 189–196.
López-Gil, J. F., Brazo-Sayavera, J., Yuste-Lucas, J. L., & Tremblay, M. S. (2024). Screen time, lifestyle behaviors, and nutritional status in children and adolescents: A systematic review. Nutrients, 16(3), 415.
Mielke, G. I., Brown, W. J., & Nunes, B. P. (2024). Physical activity and adolescent health outcomes: A global perspective. Sports Medicine, 54(2), 215–230.
NCD Risk Factor Collaboration. (2021). Worldwide trends in body-mass index, underweight, overweight, and obesity from 1975 to 2016. The Lancet, 390(10113), 2627–2642.
NCD Risk Factor Collaboration. (2023). Weight and body-mass index trajectories in children and adolescents. The Lancet, 401(10381), 119–135.
Patton, G. C., Sawyer, S. M., Santelli, J. S., et al. (2022). Our future: A Lancet commission on adolescent health and wellbeing. The Lancet, 398(10312), 1286–1363.
Putri, A. D. (2021). Screen time dan aktivitas fisik pada remaja sekolah menengah. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(3), 180–187.
Putri, A. D., & Wahyuni, S. (2022). Aktivitas fisik, pola makan, dan status gizi remaja. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 13(2), 101–109.
Sari, F. N., & Ping, M. F. (2023). Hubungan IMT dan perilaku screen time pada anak usia sekolah di Kota Samarinda. Jurnal Nutrisi Indonesia, 11(2), 85–92.
Tandon, P. S., Zhou, C., Johnson, A. M., Gonzalez, E. S., & Kroshus, E. (2021). Association of children’s physical activity and screen time with mental health during the COVID-19 pandemic. Journal of Adolescent Health.
United Nations Children’s Fund (UNICEF). (2020). UNICEF Nutrition Strategy 2020–2030: Conceptual Framework on the Determinants of Maternal and Child Nutrition. UNICEF.
World Health Organization (WHO). (2020). WHO Guidelines On Physical Activity And Sedentary Behaviour. World Health Organization (WHO).
World Health Organization. (2024). Obesity and overweight.
Zhang, T., Huang, B., & Wang, H. (2022). Sedentary behavior and nutritional status.












_1.png)
