Inovasi Pengolahan Remunggai (Moringa Oliefera) Menjadi Permen Jelly, Pendaftaran Hak Merek Dan Edukasi Digital Marketing Di Kelurahan Penggantungan
DOI:
https://doi.org/10.58222/jurnalbesemah.v2i1.116Keywords:
Remunggai (Moringa oliefera), Kukerta-PPM, Masyarakat, digital maketingAbstract
Virus corona (Covid-19) telah menyebar ke berbagai belahan dunia sejak Desember 2020. Virus ini telah menyebabkan berbagai dampak diantaranya kematian dan menurunnya perekonomian dunia. Covid 19 memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat seperti konsumsi rumah tangga atau daya beli yang turun 60 % sehingga menyebabkan perekonomian jatuh cukup dalam, sejalan dengan data dari BPS yang mencatatkan bahwa konsumsi rumah tangga turun dari 5,02 % pada kuartal I 2019 ke 2,84 % pada kuartal I 2020. Program pengabdian kepada masyarakat yang diwadahi dalam Kuliah Kerja Nyata Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (Kukerta Unihaz) diharapkan menjadi solusi di tengah pandemi covid-19 ini.
Program pengabdian ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait manfaat remunggai, mengolah remunggai menjadi permen jelly dan mendaftarkan hak merk pemen jelly remunggai yaitu amor, serta edukasi masyarakat tentang pemasaran secara online atau digital marketing. Program pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Pengantungan yang merupakan salah satu Kelurahan yang berada dekat dengan Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi, edukasi, pelatihan dan pendaftaran hak merek.
References
A Dudi Krisnadi 2015, ‘Kelor Super Nutrisi’, Gerakan Swadaya Masyarakat Penanaman dan Pemanfaatan Tanaman Kelor Dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Sadar Gizi. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Alfarizi, Thafsin. (2021). 5 M di Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia, (http://www.padk.kemkes.go.id/article/read/2021/02/01/46/5-m-dimasapandemi-covid-19-di-indonesia.html, diakses 30 Maret 2021).
Aminah, S., T. Ramadhan dan M. Yanis. 2015. Kandungan nutrisi dansifat fungsional tanaman kelor (Moringa oleifera). Buletin Pertanian Perkotaan,5(2) : 35-44.
Anwar, F., Latif, S., Ashraf, M., & Gilani, A. H. (2007). Moringa oleifera: A Food Plant with Multiple Medicinal Uses. Phytotherapy Research, 21(4), 17–25. https://doi.org/10.1002/ptr2023
Ciotti, M., Ciccozzi, M., Terrinoni, A., Jiang, W.-C., Wang, C.-B., & Bernardini, S. (2020). The COVID-19 pandemic. Critical Reviews in Clinical Laboratory Sciences, 0(0), 1–24. https://doi.org/10.1080/10408363.2020.1783198
Damian, Eddy. 2014. Hukum Hak Cipta UUHC No. 19 Tahun 2002. Bandung: Alumni.
Diantoro, A., Rohman, M., Budiarti, R., & Palupi, H. T. (2015). Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleiera L.) Terhadap Kualitas Yoghurt. Jurnal Teknologi Pangan, 6(2), no. 1: 59–66. Diakses dari http:// jurnal.yudharta.ac.id/category/jurnal-teknologipangan/
Djaslim Saladin, 2015. Intisari Pemasaran dan Unsur-unsur Pemasaran, cetakan keempat. Bandung: Linda Karya
Fandy Tjiptono dan Gregorius Chandra. 2012. Service, Quality Satisfaction. Jogjakarta: Andi Offset
Haryadi, N. K. 2011. Kelor Herbal Multikhasiat. Penerbit Delta Media: Solo
Kholis, N., & Hadi, F. (2010). Pengujian Bioassay Biskuit Balita Yang Disuplementasi Konsentrat Protein Daun Kelor (Moringa Oleifera) Pada Model Tikus Malnutrisi. Jurnal Teknologi Pertanian, 11(3), 144–151. Diakses dari http:// jtp.ub.ac.id
Kusmardika, D. A. (2020). Potensi aktivitas antioksidan daun kelor (Moringa oleifera) dalam mencegahan kanker. Journal of Health Science and Physiotherapy, 2(1), 46-50.
Pratama, D. (2019). Intervensi Fisioterapi Pada Kasus Osteoartritis Genu Di RSPAD Gatot Soebroto. Jurnal Sosial Humaniora Terapan Volume 1 No.2, Januari-Juni 2019. http://journal.vokasi.ui.ac.id/index.php/jsht/article/download/55/30
Rahmawati PS dan Adi AC. 2016. Daya Terima dan Zat Gizi Permen Jeli dengan Penambahan Bubuk Daun kelor (Moringa oleifera). Media Gizi Indonesia. 11(1):86-93.
Singh S, Pai DR, Yuhhui C (2013). Diabetic foot ulcer-diagnosis and management. Clinical Research on Foot and Ankle, 1(3): 120.
Tapriadi, & Jupriyono. (2018). Pemanfaatan daun kelor sebagai jajanan sehat dalam rangka pemberdayaan masyarakat Kelurahan Bareng di Kota Malang. Jurnal Idaman, 2(1), 27-29.
Utami, R. T., & Marlinah. (2021). Moringa oleifera L . sebagai Solusi Sosioekonomi dan Kesehatan Masyarakat dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 di Bengkulu. Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 63–71.
Utami, R. T., & Waliamin, J. (2022). Pemberdayaan Masyarakat dan Pendaftaran Hak Merk Olahan Moringa oleifera Menjadi Cookies Remunggai ( Morcis ). 5, 123–129.
Alfarizi, T. (2021). 5 M DIMASA PANDEMI COVID 19 DI INDONESIA. Http://Www.Padk.Kemkes.Go.Id/Article/Read/2021/02/01/46/5-m-Dimasa-Pandemi-Covid-19-Di-Indonesia.Html.
Aminah, S., Ramdhan, T., & Yanis, M. (2015). Kandungan Nut risi dan Sifat Fungsional Tanaman Kelor (Moringa oleifera ). Buletin Pertanian Perkotaan, 5(30), 35–44.
Anwar, F., Latif, S., Ashraf, M., & Gilani, A. H. (2007). Moringa oleifera: A Food Plant with Multiple Medicinal Uses. Phytotherapy Research, 21(4), 17–25. https://doi.org/10.1002/ptr2023
Belladona, M., & Waliamin, J. (2021). Pemanfaatan Moringa oleifera sebagai Produk Olahan Sehat dan Bernilai Ekonomis bagi Masyarakat di Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu di Tengah Pandemi Covid-19. Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat, 3(1), 1. https://doi.org/10.32663/abdihaz.v3i1.1431
Ciotti, M., Ciccozzi, M., Terrinoni, A., Jiang, W.-C., Wang, C.-B., & Bernardini, S. (2020). The COVID-19 pandemic. Critical Reviews in Clinical Laboratory Sciences, 0(0), 1–24. https://doi.org/10.1080/10408363.2020.1783198
Diantoro, A., Rohman, M., Budiarti, R., & Palupi, H. T. (2015). Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Kualitas Yoghurt. Jurnal Teknologi Pangan, 6(2). https://doi.org/10.35891/tp.v6i2.469
Kholis, N., & Hadi, F. (2010). Pengujian Bioassay Biskuit Balita yang Disuplementasi Konsentrat Protein Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Model Tikus Malnutrisi. Jurnal Teknologi Pertanian, 11(3), 144–151.
Krisnadi, A. D. (2015). Kelor Super Nutrisi. In kelorina.com.
Kusmardika, D. A. (2020). Potensi Aktivitas Antioksidan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Mencegahan Kanker. Journal of Health Science and Physiotherapy, 2(1), 46–50. https://doi.org/10.35893/jhsp.v2i1.33
Pratama, D. (2019). Gerakan Desa Sadar Wisata: Pengabdian Pada Masyarakat Desa Penyak Kabupaten Bangka Tengah. Al-Quwwah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 49–74.
Puspita*, V., Safrianti, S., & Waliamin, J. (2022). Sosialisasi pencegahan stunting dengan memanfaatkan tanaman remunggai guna menyiapkan sumber daya manusia unggul di Kelurahan Panorama Kota Bengkulu. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine, 3(2), 125–136. https://doi.org/10.32539/Hummed.V3I2.80
Rahmawati, P., & Adi, A. (2016). Daya Terima dan Zat Gizi Permen Jeli dengan Penambahan Bubuk Daun Kelor (Moringa oleifera). Media Gizi Indonesia, 11(1), 86–93.
Singh, R. S. G., Negi, P. S., & Radha, C. (2013). Phenolic composition, antioxidant and antimicrobial activities of free and bound phenolic extracts of Moringa oleifera seed flour. Journal of Functional Foods, 5(4), 1883–1891. https://doi.org/10.1016/j.jff.2013.09.009
Utami, R. T., & Marlinah. (2021). Moringa oleifera L . sebagai Solusi Sosioekonomi dan Kesehatan Masyarakat dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 di Bengkulu. Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 63–71.
Utami, R. T., & Waliamin, J. (2022). Pemberdayaan Masyarakat dan Pendaftaran Hak Merk Olahan Moringa oleifera Menjadi Cookies Remunggai ( Morcis ). 5, 123–129.
Zakaria, Thamrin, A., Lestari, R. S., & Hartono, R. (2013). Pemanfaatan Tepung Kelor Moringa oleifera) dalam Formulasi Pembuatan Makanan Tambahan untuk Balita Gizi Kurang. Media Gizi Pangan, XV(1), 1–6.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Janusi Waliamin, Risnita Tri Utami, Veny Puspita, Ade Fitrah Putra Akhir, Engga Jalaludin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











