BORROWING SYSTEM FOR MISFILING OUTPATIENT MEDICAL RECORDS AT ERNALDI BAHAR HOSPITAL
DOI:
https://doi.org/10.58222/sdgs.v1i2.1215Keywords:
Expedition Book; Medical Record Tracer; Misfile.Abstract
Problem: The implementation of storing and aligning medical records at Ernaldi Bahar Hospital still found misplacements, thus hampering the process of retrieving and returning medical record documents, both those stored and those to be borrowed.Objective: Knowing the loan system for outpatient medical record misfiling incidents at Ernaldi Bahar Hospital.Method: This type of research is observational with a descriptive design. The population in this study was 778 outpatient medical records with a sample of 264 files with a simple random sampling technique. The research data used secondary data processed univariately with frequency distribution.Results: From a sample of 264 outpatient medical records, it was found that a small portion, namely 30(11%) of borrowed outpatient medical records were not recorded in the expedition book and their whereabouts were unknown, 259(98%) of borrowed outpatient medical records did not use a medical record tracer and 182(69%) were misfiled. There is a need to hold special training for medical record officers, maximize the use of expedition books and medical record tracers, prepare SOPs in the filing section that does not yet exist and use color codes on medical record folders.
References
Amsyah dan Zulkifli. 2003. Manajemen kearsipan. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Ariyani, F.W. 2016. Tinjauan Pelaksanaan Penjajaran Dokumen Rekam Medis di Filing Puskesmas Karamgayu Semarang. KTI. Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
Astuti, R & Anuggra, D.I. 2013. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Misfile di Bagian Filing. KTI. Semarang: Universitas Diann Nusantoro.
Budi, S. 2011. Manajemen Unit Kerja Rekam Medis. Yogyakarta: Quatum Sinergis Media.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2006. Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia.
Hasibuan. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Eisi Revisi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Hatta, G. 2013. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan Edisi Revisi 2. Jakarta: UI Press.
Heltiani, N. 2020. Manajemen Filing Rekam Medis. Karanganyer : Aptirmik
Laxmi, A dan Prasetya, J. 2013. Tingkat Kejadian Misfile dan Faktor-Faktor Penyebabnya di Bagian Filing Unit Rekam Medis Rumah Sakit Panti Wilasa Dr. Cipto Semarang. Fakultas Kesehatan Program Studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Unversitas Dian Nuswantoro.
Novalin, J & Prasetya, J. 2013. Tingkat Kejadian Missfile dan Faktor-Faktor Penyebab di Bagian Filling. KTI Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro.
Kurniawati, A. 2015. Faktor Penyebab Kejadian Misfile di Bagian Filing Rawat Jalan RSUD Dr. M. Ashari Pemalang. KTI Program Studi DIII Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/Menkes/Per/III/2008 Tentang Rekam Medis. Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang perumahsakitan pada Bab 1 Pasal 1. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia.
Sudra, R. 2013. Rekam Medis. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka.
Rustiyanto, E. 2011. Manajemen Filing Dokumen Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Yogyakarta: Politeknik Kesehatan Permata Indonesia.
Terru, G.R dan Rue, L. 2010. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara.








