Analisis Spasial Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kota Bengkulu

Penulis

  • Agiel Anugrah Sidharta Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Dehasen, Bengkulu
  • Fiya Diniarti Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Dehasen, Bengkulu
  • Darmawansyah Darmawansyah Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Dehasen, Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.58222/juvokes.v2i2.162

Kata Kunci:

Obat Anti Nyamuk, Menguras TPA, Kawat Kasa, Genangan Air

Abstrak

Jumlah kasus demam berdarah yang dilaporkan ke WHO meningkat lebih dari 8 kali lipat selama dua dekade terakhir, dari 505.430 kasus pada tahun 2000, menjadi lebih dari 2,4 juta pada tahun 2010, dan 5,2 juta pada tahun 2019 (World Health Organization, 2022). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko Demam Berdarah Denguei dan memetakan sebaran kasus Demam Berdarah Dengue menggunakan analisis spasial diwilayah Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control, data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner pada 44 responden yang DBD dan 44 responden negatif DBD di Wilayah Kerja Puskesmas se-Kota Bengkulu dengan teknik total sampling. Penelitian ini menunjukkan, tidak ada hubungan usia dengan kejadian DBD dimana nilai P (0,82), tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian DBD dimana nilai P (0,83), tidak ada hubungan pendidikan dengan kejadian DBD dimana nilai P (1,00), tidak ada hubungan pendapatan dengan kejadian DBD dimana nilai P (1,00), tidak ada hubungan obat anti nyamuk dengan kejadian DBD dimana nilai P (0,19), ada hubungan menguras TPA dengan kejadian DBD dimana nilai P (0,002), tidak ada hubungan kawat kasa dengan kejadian DBD dimana nilai P (1,00), tidak ada hubungan genangan air dengan kejadian DBD dimana nilai P (0,83). Diharapkan kepada petugas DBD Puskesmas di Kota Bengkulu agar dapat memperhatikan pencatatan data alamat penderita DBD secara lengkap dan jelas. Penambahan informasi seperti nomor telepon dapat dimasukkan pada buku register DBD.

Referensi

Achmadi, U. F. (2008). Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. Universitas Indonesia (UI Press).

Achmadi, U. F. (2012). Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah. Rajawali Press. Agcrista Permata

Kusuma, D. M. S. (2016). ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN KEPADATAN PENDUDUK.

Alizkan, U. (2017). Analisis Korelasi Kelembaban Udara Terhadap Epidemi Demam Berdarah Yang Terjadi Di Kabupaten Dan Kota Serang. Gravity, 3(1), 23–29.

Ariani, A. P. (2016). Demam Berdarah Dengue (DBD). Nuha Medika.

D. Titahena, A. Asrifuddin, & B. T. R. (2017). Analisis spasial sebaran kasus demam berdarah dengue di wilayah kerja Puskesmas Minanga Kota Manado. Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. (2020). Profil Kesehatan Kota Bengkulu.

Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. (2021). Profil Kesehatan Kota Bengkulu. Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Bengkulu.

Dinata, A., Dhewantara, P. W., Beberapa, T., Tenggara, A., & Timur, M. (2012). Karakteristik Lingkungan Fisik, Biologi, Dan Sosial Di Daerah Endemis Dbd Kota Banjar Tahun 2011. Jurnal Ekologi Kesehatan.

Fitriana, B. R. (2017). Hubungan Faktor Lingkungan dengan Tingkat Endemisitas DBD di Puskesmas Putat Jaya Surabaya. Universitas Airlangga. Fitriana, B. R., Yudhastuti, R., Lingkungan, D. K., Masyarakat, K., Airlangga, U., Alamat, S., Bella, K. :, & Fitriana, R. (2018). HUBUNGAN FAKTOR SUHU DENGAN KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN SAWAHAN SURABAYA. Guspina, H. (2019). Analisis spasial faktor risiko demam berdarah dengue di wilayah kerja puskesmas medan johor tahun 2018.

Hikmah, M., & Kasmini H, O. W. (2015). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kematian Akibat Demam Berdarah Dengue. Unnes Journal of Public Health, 4(4), 180–189.

Kementrian Kesehatan RI. (2010). Buletin Jendela Epidemiologi “Demam Berdarah Dengue.

Kementrian Kesehatan RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia.

Kusumadewi, S. (2009). Informatika Kesehatan. Graha Ilmu. Lahdji, A., & Bayu Putra, B. (2017). Hubungan Curah Hujan, Suhu, Kelembaban dengan Kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Semarang (Vol. 8, Issue 1).

Masrizal, & Sari, N. P. (2016). Analisis kasus DBD berdasarkan unsur iklim dan kepadatan penduduk melalui pendekatan GIS di tanah datar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(2), 166–171.

Noradina. (2017). Motivasi Dan Partisipasi Warga Dalam Mencegah Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Ilmiah Keperawatan Imelda, 3(1), 8– 25.

Notoatmojo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta.

Novrita, B., Mutahar, R., & Purnamasari, I. (2017). the Analysis of Incidence of Dengue Hemorrhagic Fever in Public Health Center of Celikah Ogan Komering Ilir Regency Year 2016. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(1), 19–27.

Nursalam. (2017). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis. Salemba Medika. Palgunadi, B. U., & . Rahayu. (2013). Aedes Aegypti Sebagai Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue.

Priesley, F., Reza, M., & Rusdji, S. R. (2018). Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menutup, Menguras dan Mendaur Ulang Plus (PSN M Plus) terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Andalas. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(1), 124.

Purnama, S. G. (2017). Diktat Pengendalian Vektor. Prodi IKM FK Universitas Udayana, 4–50.

Sandra, T., Sofro, M. A., Suhartono, S., Martini, M., & Hadisaputro, S. (2019). Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Anak Usia 6-12 Tahun. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 9(1), 28–35.

Saraswati, L. P. C., & Mulyantari, N. K. (2017). Prevalensi Demam Berdarah Dengue ( Dbd ) Primer Dan Sekunder Berdasarkan Hasil Pemeriksaan. E-Journal Medika, 6(8), 1–6.

Syafi`udin, M., Wantiyah, W., & Kushariyadi, K. (2018). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Brainstorming dan Video terhadap Pengetahuan tentang Demam Berdarah pada Keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Puger Kabupaten Jember. Pustaka Kesehatan, 6(1), 141–146.

Triprisila, L. F., Suharjono, ), Gama, Z. P., Nakagoshi, N., Mikrobiologi, L., Biologi, S., Biologi, J., Matematika, F., Ilmu, D., Alam, P., & Brawijaya, U. (2013). Studi Toksisitas Bacillus thuringiensis Isolat Lokal Jawa Timur Berdasarkan Ketinggian Tempat Terhadap Larva Aedes aegypti. In Jurnal Biotropika | Edisi (Vol. 1, Issue 3).

Winarsih, S. (2014). Hubungan kondisi lingkungan rumah dan perilaku PSN dengan kejadian DBD. Unnes Journal of Public Health, 2(1), 2–6.

World Health Organization. (2015). Demam berdarah dengue: Diagnosis, pengobatan, pencegahan, dan pengendalian (Edisi ke-2) (2nd ed.). Buku Kedokteran EGC.

World Health Organization. (2016). Temporal Spatial Distribution of Dengue and Implication on Control in Hulu Langat, Selangor, Malaysia: Dengue Bulletin. World Health Organization. (2022). Dengue and Severe Dengue. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue

Yuana, L. W. and W. T. (2013). Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat terhadap Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan.

Yusran Fauzi, F. M. S. (2021). Analisis Hubungan Pemberantasan Sarang Nyamuk Dan Pelaksanaan 3M Plus Dengan Kejadian DBD Di Wilayah Kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu. 01, 60–65.

Unduhan

Diterbitkan

2023-04-09

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Analisis Spasial Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kota Bengkulu . (2023). Jurnal Vokasi Kesehatan, 2(2), 43-56. https://doi.org/10.58222/juvokes.v2i2.162

Artikel Serupa

11-20 dari 35

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.