Analisis Manova : Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Metode Audiovisual Terhadap Kesadaran Seksualitas Dan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Pada Remaja Kelas X Di SMK Wipama Kabupaten Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.58222/juvokes.v4i2.1451Kata Kunci:
Audiovisual, Kesehatan Reproduksi, Kesadaran Seksual, Penyuluhan Kesehatan, RemajaAbstrak
Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan terkait kesehatan reproduksi akibat rendahnya pengetahuan dan kesadaran seksual. Penyuluhan kesehatan dengan metode audiovisual dinilai efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja. Tujuanpenelitian: untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan dengan metode audiovisual terhadap kesadaran seksual dan pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswi kelas X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan two group pretest-posttest control group. Teknik sampel: purposive sampling. Populasi sampel: 120 siswi kelas X, dengan sampel sebanyak 60 siswi, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 30 siswi kelompok intervensi dan 30 siswi kelompok kontrol. Analisis Data: Menggunakan uji analisis bivariat, uji t tidak berpasangan, dan analisis multivariate uji MANOVA. Hasil penelitian: Pada variabel kesadaran seksualitas dan pengetahuan kesehatan reproduksi, kelompok intervensi memperoleh nilai sebesar p=0,00 (p<0,05) dengan nilai Partial Eta Squared sebesar 0,774 atau sebesar 77,4%. Sementara itu pada variabel perlakuan penyuluhan kesehatan dengan metode audiovisual menunjukkan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05), dengan nilai Partial Eta Squared sebesar 0,515 atau 51,5%. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan dengan metode audiovisual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesadaran seksual dan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja, Saran: SMK Wipama dapat menerapkan penyuluhan berbasis audiovisual secara rutin untuk meningkatkan pemahaman remaja secara sehat dan bertanggung jawab.
Referensi
Anggraeni, K., Nurlindawati, Babo, D. H. P., & Yunita, T. (2023). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit HIV/AIDS Di SMKS X Jakarta. Jurnal Vokasi Kesehatan, 2, 91–96.
BPS. (2024). Jumlah Penduduk Usia 15 tahun ke Atas Menurut Golongan Umur, 2024. Bps.Go.Id. May 12, 2025.
Cahyono, B. D., Handayani, D., & Zuhroidah, I. (2019). Hubungan Antara Pemenuhan Tugas Perkembangan Emosional Dengan Tingkat Stres Pada Remaja. Jurnal Citra Keperawatan, 7(2), 64–71. https://doi.org/10.31964/jck.v7i2.121
Galmarini, E., Marciano, L., & Schulz, P. J. (2024). The effectiveness of visual-based interventions on health literacy in health care: a systematic review and meta-analysis. BMC Health Services Research, 24(1), 1–10. https://doi.org/10.1186/s12913-024-11138-1
Herlinda, F., Diniarti, F., & Darmawansyah, D. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian HIV/AIDS Di Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu Tahun 2022. Jurnal Vokasi Kesehatan, 2(1), 13–22. https://doi.org/10.58222/juvokes.v2i1.139
Kemenkes. (2022). Cacat Lahir Bawaan. Kemkes.Go.Id. May 11, 2025.
Muflih, M., & Syafitri, E. N. (2022). Perilaku Seksual Remaja Dan Pengukurannya Dengan Kuesioner. Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta, 5(3), 438–443. https://doi.org/10.35842/jkry.v5i3.255
Suyanti, N., Parningotan, D., Wahyuni, R., & Seriati, T. (2025). Efektivitas Edukasi Kesehatan Mental Berbasis Komunitas Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Tahun 2025 The Effectiveness of Community-Based Mental Health Education on the Knowledge and Attitudes of Adolescents in Bangun Rejo Village , Tanjung Morawa Subdistrict , 2025. 2023, 243–248.
Wahyuni, S., & Arisani, G. (2022). Media Audio Visual Sebagai Sarana Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(05), 426–432. https://doi.org/10.33221/jikm.v11i05.1778
WHO. (2022). Adolescent Health. Who.Int. May 11, 2025.












_1.png)
