Efektivitas Promosi Kesehatan Terhadap Kepatuhan Self Efficacy Dan Konsumsi Tablet Fe Pada Ibu Hamil Di Klinik Sarfina
DOI:
https://doi.org/10.58222/juvokes.v4i2.1403Kata Kunci:
Promosi Kesehatan; Efikasi Diri; Kepatuhan; Konsumsi Tablet Besi; Ibu HamilAbstrak
Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi, salah satunya akibat ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD). Promosi kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan efikasi diri dan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD. Penelitian mengetahui efektivitas promosi kesehatan dalam meningkatkan efikasi diri dan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah (TTD), serta pengaruhnya terhadap tingkat konsumsi TTD pada ibu hamil di Klinik Sarfina. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test post-test dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian terdiri dari 20 ibu hamil yang menerima suplementasi tablet tambah darah (TTD). Instrumen yang digunakan adalah kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan dan lembar penilaian self-efficacy untuk mengukur efikasi diri. Intervensi promosi kesehatan dilakukan melalui media leaflet. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat kepatuhan dan efikasi diri ibu hamil setelah diberikan intervensi promosi kesehatan. Tingkat kepatuhan tinggi meningkat dari 10% menjadi 65%, dan efikasi diri tinggi meningkat dari 10% menjadi 65%. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kondisi sebelum dan setelah intervensi. Temuan ini menegaskan bahwa promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan efikasi diri dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil. Intervensi ini sangat dianjurkan untuk diterapkan secara rutin dalam pelayanan antenatal care untuk mendukung peningkatan kesehatan ibu dan janin. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin dalam pelayanan antenatal care. Penelitian ini menyarankan agar intervensi promosi kesehatan terus diterapkan dalam pelayanan antenatal care. Selain itu, penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar dan pengukuran jangka panjang diharapkan dapat memperkuat temuan ini dan memperdalam pemahaman tentang faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil terhadap konsumsi TTD.
Referensi
Bilimale, A., Anjum, J., Sangolli, H. N., & Mallapur, M. (2019). Improving adherence to oral iron supplementation during pregnancy. Australasian Medical Journal, 1(5), 281–290. https://doi.org/10.4066/AMJ.2010.291
Digssie, G. A., Abebaw, T. S., Abebe, A. B., Tadege, E. M., & Tesfa, A. D. (2019). Adherence to iron with folic acid supplementation and its associated factors among pregnant women attending antenatal care follow up at Debre Tabor General Hospital, Ethiopia. PLoS ONE, 14(1), 1–10. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0210086
Georgieff, M. K. (2020). Iron deficiency in pregnancy. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 223(4), 516–524. https://doi.org/10.1016/j.ajog.2020.03.006
Kamau, M., Kimani, S., & Mirie, W. (2018). Counselling on iron and folic acid supplementation (IFAS) is associated with improved knowledge among pregnant women in a rural county of Kenya: A cross-sectional study. AAS Open Research, 1, 21. https://doi.org/10.12688/aasopenres.12891.1
Malinowski, A. K., & Murji, A. (2021). Iron deficiency and iron deficiency anemia in pregnancy. CMAJ, 193(29), E1137–E1138. https://doi.org/10.1503/cmaj.210007
Nimbalkar, P. B., Patel, J. N., Thakor, N., & Patni, M. (2017). Impact of educational intervention regarding anaemia and its preventive measures among pregnant women: An interventional study. International Journal of Reproduction, Contraception, Obstetrics and Gynecology, 6(12), 5317. https://doi.org/10.18203/2320-1770.ijrcog20175137
Purba, M. A. (2019). Peningkatan komunikasi dalam pelaksanaan interprofessional collaboration pada pasien di rumah sakit. INA-Rxiv. https://doi.org/10.31227/osf.io/62pm4
Rimawati, E., Kusumawati, E., Gamelia, E., Sumarah, S., & Nugraheni, S. A. (2018). Intervensi suplemen makanan untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(3), 161–170. https://doi.org/10.26553/jikm.v9i3.307
Shah, N., Mathur, V., Kathuria, V., & Gupta, T. (2016). Effectiveness of an educational video in improving oral health knowledge in a hospital setting. Indian Journal of Dentistry, 7(2), 70. https://doi.org/10.4103/0975-962x.184646
Sun, C. F., Liu, H., Hao, Y. H., Hu, H. T., Zhou, et al. (2021). Association between gestational anemia in different trimesters and neonatal outcomes: A retrospective longitudinal cohort study. World Journal of Pediatrics, 17(2), 197–204. https://doi.org/10.1007/s12519-021-00411-6
Wijayakusuma. (2012). Ramuan herbal penurun kolesterol. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
World Health Organization. (2023). Accelerating anaemia reduction: A comprehensive framework for action. World Health Organization.
World Health Organization. (2023). Guideline: Daily iron supplementation in adult women and adolescent girls. World Health Organization. ISBN 9789241510196.












_1.png)
