Pendampingan Penanaman dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Dalam Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di Desa Sakerta Timur Kabupaten Kuningan

Authors

  • Marini Marini STIKes Muhammadiyah Kuningan
  • Imas Maesaroh STIKes Muhammadiyah Kuningan
  • azmi Darotulmutmainnah Program Studi Diploma Farmasi STIKes Muhammadiyah Kuningan
  • Nova Oktavia

DOI:

https://doi.org/10.58222/jurnalbesemah.v2i1.113

Keywords:

Desa Saktim, TOGA, Pendampingan, Pemanfaatan

Abstract

In order to improve the degree of public health, one thing that can be done is planting and utilizing TOGA (family medicinal plants). TOGA development can also be used as a flagship program for residents in East Sakerta Village (Saktim) Darma District, Kuningan Regency, in addition to improving health as well as being a superior product to increase the economic value of the community through post-harvest processing. This community service aims to increase the knowledge and abilities of community members, especially members of the tourism awareness group (Pokdarwis) in Saktim Village in the utilization and processing of medicinal plants into more economical drug dosage forms. Community service activities in the Increasing the Role of Women towards a Healthy and Prosperous Family (P2WKSS) program are carried out by providing counseling about the properties of medicinal plants, and training in making TOGA gardens and the process of making traditional medicines.

 

 

References

Andriati, & Wahjudi, R. M. T. (2016). Tingkat penerimaan penggunaan jamu sebagai alternatif penggunaan obat modern pada masyarakat ekonomi rendah-menengah dan atas. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 29(3), 133–145. https://doi.org/10.20473/mkp.v29i32016.133-145

Depkes RI, 1986, Cara Pembuatan Simplisia, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta

DepKes RI, 1995, CPOTB, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta

Fitriatien, S. R., Rachmawati, N. E. J., Rahmah, N., Safitri, D. A., Pahlevi, M. R., & Natsir, N. M. W. (2017). Kegiatan Penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) Sebagai Salah Satu Usaha Pemberdayaan Siswa Sdn Dermo Guna Dalam Menumbuhkan Kepedulian Kesehatan Keluarga. Abadimas Adi Buana, 1(2), 21–28. https://doi.org/10.36456/abadimas.v1.i2.a949

Notoatmodjo S. 2007. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Rineka cipta : Jakarta

Muttaqin, F. Z., Aligita, W., Muhsinin, S., Juanda, D., & Asnawi, A. (2018). Desa Mitra dalam Budidaya Tanaman Obat Keluarga Menuju Desa Cibiru Wetan sebagai Sentra Herbal. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 159–164. https://doi.org/10.30653/002.201832.59

Watt TJ & Duan JJ. 2014. Influence of host age on critical fitness parameters of Spathius galinae (Hymenoptera: Braconidae), a new parasitoid of the emerald ash borer (Coleoptera: Buprestidae). J. Econ. Entomol. 107(4): 1320–1329.

Pratiwi, R., Saputri, F. A., & Nuwarda, R. F. (2018). Tingkat Pengetahuan Dan Penggunaan Obat Tradisional Di Masyarakat: Studi Pendahuluan Pada Masyarakat Di Desa Hegarmanah, Jatinangor, Sumedang. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 7(2), 97–100. https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v7i2.19295

Downloads

Published

2023-01-13

How to Cite

Pendampingan Penanaman dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Dalam Program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) di Desa Sakerta Timur Kabupaten Kuningan. (2023). JURNAL BESEMAH, 2(1), 9-16. https://doi.org/10.58222/jurnalbesemah.v2i1.113