DARI KOIN DINAR KE ASET KRIPTO: TINJAUAN SEJARAH SISTEM MONETER ISLAM KLASIK SEBAGAI FONDASI KONSEPTUAL BAGI EKONOMI DIGITAL DAN KEUANGAN TERDESENTRALISASI (DEFI) MODERN

Authors

  • Chardinal Putra UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Imratul Handayani STAI Imam Bonjol Padang Panjang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58222/exy0wy54

Keywords:

Sistem Moneter Islam, Dinar-Dirham, Aset Kripto, Keuangan Terdesentralisasi, Maqashid Syariah

Abstract

Perkembangan pesat aset kripto dan keuangan terdesentralisasi (DeFi) memunculkan perdebatan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah, sementara khazanah sistem moneter Islam klasik yang berbasis dinar-dirham telah terbukti mampu menciptakan stabilitas dan keadilan ekonomi selama berabad-abad. Penelitian studi kepustakaan ini bertujuan untuk meninjau sejarah sistem moneter Islam klasik sebagai fondasi konseptual bagi ekonomi digital dan DeFi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem moneter Islam klasik dibangun di atas tiga pilar fundamental yaitu nilai intrinsik uang, larangan riba dan gharar, serta kewajiban zakat yang mendorong sirkulasi harta, dengan instrumen non-logam seperti suftajah dan sakk yang menjadi cikal bakal sistem perbankan modern. Prinsip-prinsip normatif ekonomi Islam seperti larangan riba dan gharar menemukan padanan teknologisnya dalam mekanisme profit-and-loss sharing dan transparansi smart contract pada protokol DeFi, sementara akad mudharabah dan musyarakah termanifestasi dalam model yield farming dan Decentralized Autonomous Organization (DAO). Terdapat benang merah konseptual antara dinar emas sebagai sound money dengan Bitcoin sebagai emas digital yang memiliki pasokan terbatas, meskipun volatilitas ekstrem dan ketiadaan nilai intrinsik pada kripto masih menyisakan persoalan kepatuhan syariah. Maqashid syariah terbukti mampu menjadi kerangka etik yang operasional untuk mengevaluasi dan mengarahkan inovasi DeFi dari praktik spekulatif menuju inklusi keuangan yang berkeadilan, termasuk melalui otomatisasi zakat dan wakaf digital berbasis smart contract. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem moneter Islam klasik memiliki relevansi yang kuat sebagai fondasi konseptual bagi pengembangan ekosistem keuangan digital yang etis, inklusif, dan sesuai syariah di era modern.

References

Andinarianti, M., & Huda, B. (2025). Utilising Maqāṣid al-Sharīʿah into Cryptocurrency Structure: A Halal and Stable Digital Finance Model. Journal of Integrative Sustainability and Ethics, 1(1), 1–13. https://doi.org/10.15642/jibec.2025.1.1.1-13

Azmi, U., Rosadi, K. I., & Zebua, A. M. (2022). The Urgency Of Ihsan And Thinking Systemic In Increasing Motivation And Quality Of Education. Jurnal Ilmiah Teunuleh, 3(2), 83-92. https://doi.org/10.51612/teunuleh.v3i2.88

Connaway, L. S. (2021). Research methods in library and information science (7th ed.). Libraries Unlimited.

Fatihah, N. (2025). Tinjauan Fiqih Muamalat Atas Zakat Aset Cryptocurrency. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 3(1), 548–558. https://doi.org/10.59435/gjmi.v3i1.1236

Husodo, Z. A., Hasan, M. B., Rafia, H. T., Ridhwan, M. M., Uddin, G. S., & Prasetyo, M. B. (2025). Risk-Adjusted Returns And Spillover Dynamics Among Emerging Digital Currencies. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 11(2), 269–306. https://doi.org/10.21098/jimf.v11i2.XXXX

Hutagalung, M. W. R., & Mairiza, D. (2024). From Tradition to Innovation: Tokenizing Dinar and Dirham for the Islamic Digital Economy. Journal of Islamic Fintech, 3(2), 1–20. https://doi.org/10.24952/jiftech.v3i2.14645

Nurendah, Y., & Mulyana, M. (2025). Metodologi penelitian. Kesatuan Press.

Owoade, A. A., Ariyoosu, D. A., & Ijaiya, B. L. (2025). Islamic Finance and Cryptocurrency: Examining the Shariah Compliance of Digital Assets, Blockchain Technology, and Decentralized Finance (DeFi) within Islamic Financial Principles. Crescent University Research Journal, 14(2), 1–25. https://doi.org/10.33959/vol14iss2pp%25p

Rianto, M. N., & Mubarok, F. (2025). Ekonomi moneter syariah: Suatu kajian teoritis praktis. Bumi Aksara.

Rohman, M. N. (2021). Tinjauan Yuridis Normatif Terhadap Regulasi Mata Uang Kripto (Crypto Currency) di Indonesia. Jurnal Supremasi, 11(2), 1–10. https://doi.org/10.35457/SUPREMASI.V1112.1284

Sahban, S., Zainuddin, Z., & Wahida, W. (2026). Between Innovation and Prohibition: A Contextualised Islamic Legal Analysis of Cryptocurrency Compliance with Sharīʿah Principles in the Indonesian Context. Mizani: Jurnal Ilmiah Hukum, 16(1), 1–30. https://doi.org/10.29300/mzn.v16i1.10673

Siregar, S. A. (2021). Praktik ekonomi dan keuangan oleh kerajaan Islam di Indonesia. Rajawali Press.

Sofiah, S., Pratiwi, A., & Azalia, N. (2021). Konsep uang dalam Al-Qur’an: Telaah tafsir kontemporer dan tafsir klasik. Media Sains Indonesia.

Syarifuddin, F. (2021). Instrumen moneter Islam. Rajawali Press.

Zaenab, S. (2024). Metodologi penelitian pendidikan kualitatif perspektif kekinian. Deepublish.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

DARI KOIN DINAR KE ASET KRIPTO: TINJAUAN SEJARAH SISTEM MONETER ISLAM KLASIK SEBAGAI FONDASI KONSEPTUAL BAGI EKONOMI DIGITAL DAN KEUANGAN TERDESENTRALISASI (DEFI) MODERN. (2026). Journal of Social Science and Humanities, 5(1), 1-10. https://doi.org/10.58222/exy0wy54