Bioakumulasi Logam Berat Merkuri(Hg) dan Kadmium(Cd) dalam Daging Ikan Lele Phyton (Clarias Sp) di Sungai Citarum
Keywords:
Heavy metals, Cadmium (Cd), Merkury(Hg), Catfish (Clarias sp), BioaccumulationAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam Hg dan Cd yang terakumulasi dalam daging ikan yang tertangkap di Sungai Citarum bagian hulu, dengan membandingkan hasil analisis dengan baku mutu Dirjen POM No. 03725/B/SK/VII/89 dan SNI 7387:2009. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur. Dalam penelitian, kandungan logam berat dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrofotometer (AAS). Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan konsentrasi Merkuri(Hg) dan Cadmium(Cd) yaitu 0 mg/kg; 0,001 mg/kg; 0,1 mg/kg; dan 1 mg/kg, menggunakan teori yang digunakan oleh Irma Lailatul Mutaharoh[2]. Hasil penelitian pada daging ikan lele menunjukkan konsentrasi logam berat timbal tertinggi sudah melebihi baku mutu yaitu 20.000 ppb. Konsentrasi kadmium paling tinggi pada daging ikan lele juga menunjukkan nilai sudah melebihi baku mutu yaitu 215 ppb. Dari beberapa studi dahulu menunjukkan bahwa telah terjadi akumulasi konsentrasi logam berat pada daging ikan.







