Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Vokasi Kesehatan </strong>is published by <strong>Gayaku Publisher </strong>and distributed twice a year EISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220714151145717" target="_blank" rel="noopener">2963-6833</a>. <strong>Jurnal Vokasi Kesehatan</strong> is dedicated to researchers and academics intent on publishing research, scientific thinking, and other original scientific ideas.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Vokasi Kesehatan</strong> scientific periodical publication on Public Health Science and Healthcare Studies issue as a media for information dissemination of research results for lecturer, researcher, and practitioner. </p> <p style="text-align: justify;">The article published in the <strong>Jurnal Vokasi Kesehatan</strong> is the author's original work with a broad spectrum of topics. Detailed scopes of articles accepted for submission are:</p> <div style="text-align: justify;"> <p>The Journal's mission is to promote excellence in public health and a range of disciplines and specialties of <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Allied_health_professions#Professions" rel="noopener">allied health professions</a>. It welcomes submissions from the international academic and health professionals community. The Journal publishes evidence-based articles with solid and sound methodology, clinical application, description of best clinical practices, and discussion of relevant professional issues or perspectives. Articles can be submitted in the form of research articles, reviews, case reports, and letters to the editor or commentaries.</p> </div> <div> <p style="text-align: justify;">The Journal's priorities are papers in the fields of nursing, physical therapy, medical laboratory science, environmental health, and medical imaging and radiologic technologies. Relevant articles from other disciplines of <a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Allied_health_professions#Professions" rel="noopener">allied health professions</a> may be considered for publication.</p> </div> id-ID admbengkuluinstitute@gmail.com (Eka Nurdianty Anwar) admbengkuluinstitute@gmail.com (Eka Nurdianty Anwar) Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.10 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH PEMBERIAN TEH BUNGA ROSELLA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RT 028 KELURAHAN KEBONCAU https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1488 <p>Hipertensi adalah penyakit kronis yang berisiko menimbulkan komplikasi serius. Salah satu alternatif non-farmakologis yaitu teh bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang mengandung flavonoid dan antosianin untuk menurunkan tekanan darah. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui pengaruh pemberian teh bunga rosella terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 028 Kelurahan Keboncau. <strong>Metode:</strong> Penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group pretest-posttest pada 40 responden, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=20) dan kontrol (n=20). Intervensi berupa pemberian teh rosella 200 ml/hari selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi, di peroleh hasil (p = 0,000) yang artinya ada pengaruh pemberian teh bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Sementara pada kelompok kontrol, tidak terjadi perubahan yang signifikan.</p> Angieta Azzahra, Nanang Prasetyo, Rina Puspita Sari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1488 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH EDUKASI MENU GIZI SEIMBANG MENGGUNAKAN LEAFLET TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN IBU DALAM MEMPERBAIKI STATUS GIZI ANAK https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1469 <table width="593"> <tbody> <tr> <td width="378"> <p>Malnutrisi dapat menghambat pertumbuhan serta meningkatkan risiko kesakitan dan kematian, khususnya pada anak-anak. Beberapa faktor penyebab gizi yang terjadi pada anak yaitu, asupan makanan yang tidak seimbang, infeksi, rendahnya kemampuan keluarga dalam mencukupi kebutuhan jumlah zat gizi makanan, kurangnya kemampuan keluarga dalam meluangkan waktu, dukungan, dan perhatian pada anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi menu gizi seimbang menggunakan <em>leaflet</em> terhadap tingkat kemandirian ibu dalam memperbaiki status gizi anak. Desain penelitian <em>quasi eksperimen</em> dan rancangan <em>Pretest-Posttest Control Group Design</em>. Hasil menunjukkan ada peningkatan kemandirian ibu yang signifikan pada kelompok intervensi (Z = −3.935; p &lt; 0.001), sedangkan pada kelompok kontrol tidak signifikan (Z = −2.596; p = 0.009). Perbedaan selisih skor antar-kelompok bermakna (U = 2.700; Z = −5.464; p &lt; 0.001).</p> </td> </tr> </tbody> </table> Gita Tamalasari, Ria Setia Sari, M. Martono Diel Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1469 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG TATA LAKSANA HENTI JANTUNG TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA KELAS XI DI SMAN 12 BANJARMASIN https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1820 <p>Henti jantung merupakan kegawatdaruratan medis yang dapat menyebabkan kematian dalam 7–10 menit jika tidak ditangani segera. Studi pendahuluan di SMAN 12 Banjarmasin menunjukkan bahwa mayoritas siswa belum pernah mendapat pelatihan resusitasi jantung, dan sebagian besar hanya memiliki pengetahuan dasar yang tidak memadai untuk bertindak dalam situasi darurat. Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan tentang tata laksana henti jantung terhadap peningkatan pengetahuan siswa kelas XI di SMAN 12 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 siswa kelas XI dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi berdasarkan Guideline AHA 2020. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner benar–salah (19 item), dianalisis secara univariat dan bivariat. Sebelum intervensi, 80% siswa berada pada kategori pengetahuan cukup, 13% kurang, dan 7% baik. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan: 90% siswa mencapai kategori baik, 10% cukup, dan tidak ada yang kurang. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (&lt; 0,05), berarti terdapat perbedaan bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang tata laksana henti jantung.</p> Indah Nurcahyani, Noor Khalilati , Joko Priyanto Wibowo, Mira Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1820 Tue, 31 Mar 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN POLA HIDUP DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS SUKATANI https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1483 <p>Tuberkulosis (TB) adalah salah satu penyakit infeksi menular kronis yang tidak mendapat perhatian serius di masyarakat dunia. Perhatian tidak serius pada perilaku perlindungan diri di masayarakat dan kurangnya perilaku hidup sehat menjadi penyebab tingginya kasus tuberkulosis. Tujuan : untuk mengetahui gambaran hubungan pola hidup dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita tb paru di Puskesmas Sukatani. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan penelitian <em>cross sectional.</em> Jumlah sampel sebanyak 126 responden dengan teknik pengambilan sampel teknik <em>purposive sampling.</em> Teknik analisa data yang digunakan berupa uji kolerasi <em>Spearman Rank.</em> Hasil: Uji <em>Spearman Rank</em> menghasilkan terdapat hubungan pola hidup dengan kualitas hidup penderita TB Paru dengan <em>p-value</em>= 0,002 dan ada hubungan dukungan keluarga dnegan kualitas hidup penderita TB Paru dengan <em>p-value</em> 0,016</p> Dedeh Suhriyah, Kristina Everentia Ngasu , Dewi Nur Puspita Sari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1483 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Kesejahteraan Psikologis Terhadap Pencegahan Stunting Pada Ibu Dengan Balita Di Desa Rancalabuh https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1522 <p><strong>Background:</strong> Stunting is a condition of growth disorder due to chronic malnutrition that remains a serious concern in Indonesia, including in Rancalabuh Village, where 23 out of 314 toddlers are experiencing malnutrition. This is largely caused by unhealthy eating patterns and a lack of maternal knowledge. <strong>Objective:</strong> his study aims to analyze the relationship between mothers' knowledge level, attitude, and psychological well-being towards stunting prevention efforts in toddlers in Rancalabuh Village, as well as to identify the most influential demographic factors. <strong>Methodology:</strong> This research employs a quantitative method with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach, involving 176 mothers of toddlers in Rancalabuh Village selected using stratified random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with Chi-Square tests (bivariate) and multiple linear regression (multivariate). <strong>Results:</strong> In this study, most mothers had high knowledge (90.9%), positive attitudes (94.9%), and high psychological well-being (85.5%). There was a significant relationship between knowledge (p=0.000), attitude (p=0.002), and mothers’ psychological well-being with stunting prevention, both partially and simultaneously. The mother’s occupation did not show a significant relationship with stunting prevention (p=0.019), while age and education did not. <strong>Conclusion:</strong> Mothers' knowledge level, and psychological well-being are significantly related to stunting prevention. Maternal occupation is the most influential demographic factor</p> Nurul Ijah, Lastri Mei Winarni , Ida Faridah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1522 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH EDUKASI STIMULASI PERKEMBANGAN SEKTOR BAHASA MENGGUNAKAN VIDEO TERHADAP KEMANDIRIAN IBU DALAM MEMAKSIMALKAN PERKEMBANGAN SEKTOR BAHASA ANAK https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1481 <p>Perkembangan bahasa pada sangat dipengaruhi oleh stimulasi sejak dini. Ibu memiliki peran utama dalam memberikan stimulasi, namun sebagian belum mandiri dalam melaksanakannya. Media video dinilai lebih efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam menstimulasi perkembangan bahasa pada anak. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi stimulasi perkembangan bahasa menggunakan video terhadap kemandirian ibu. Metode: penelitian <em>quasy experiment</em> dengan design pre-test dan post-test control group melibatkan 36 ibu anak usia 0-5 tahun, dibagi menjadi kelompok intervensi (edukasi video) dan kelompok kontrol (tanpa video). Kemandirian ibu diukur menggunakan lembar observasi dan di analisis menggunkan uji wilcoxon. Hasil: rata-rata skor kemandirian ibu pada kelompok intervensi meningkat dari 61,28 menjadi 87,89 (P-0,01), sedangkan pada kelompok kontrol meningkat 43,72 menjadi 45,10 (P=0,284) peningkatan kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.</p> Fitri Padilah Nofitasari, Ria Setia Sari, M. Martono Diel Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1481 Mon, 02 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH EDUKASI HIPERTENSI DAN RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RS AN-NISA KOTA TANGERANG https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1516 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan. Selain terapi farmakologis, intervensi non-farmakologis seperti edukasi kesehatan dan teknik relaksasi genggam jari dapat membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi hipertensi dan relaksasi genggam jari terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain <em>quasi experiment</em> dengan pendekatan <em>one group pretest</em>-<em>posttest with control group design</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi pada hari pertama (<em>p</em> = 0,005) dan hari ketiga (<em>p</em> = &lt;0,001), sedangkan pada hari kedua tidak ditemukan perbedaan signifikan (<em>p</em> = 0,180). Hal ini membuktikan bahwa edukasi hipertensi dan relaksasi genggam jari efektif menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi, terutama apabila dilakukan secara berulang. Kesimpulannya, intervensi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis dalam praktik keperawatan untuk membantu mengontrol tekanan darah pasien.</p> Dani Salsabilla Harahap, Imas Sartika, Meynur Rohmah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1516 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA DENGAN PENYAKIT GAGAL JANTUNG KONGESTIF (CHF) https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1479 <p>Gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) merupakan salah satu penyakit kronis yang berdampak serius terhadap penurunan kualitas hidup penderitanya. Rendahnya kemampuan pasien dalam mengelola diri (self care management) serta kurangnya dukungan keluarga merupakan faktor yang dapat memperburuk kondisi dan menurunkan kualitas hidup pasien CHF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self care management dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada penderita gagal jantung kongestif. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelatif menggunakan pendekatan cross sectional. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self care management dengan kualitas hidup dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,163 dan nilai signifikansi (p-value) 0,036. Selain itu, terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,245 dan nilai signifikansi (p-value) 0,001.</p> Desri Viliyana Oktavia, Kristina Everentia Ngasu, Dewi Nur Puspita Sari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1479 Tue, 06 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PEMBERIAN TERAPI RELAKSASI AUTOGENIC TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT AN-NISA TANGERANG TAHUN 2025 https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1491 <p>Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah adalah terapi relaksasi autogeni<strong>c</strong>. Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi relaksasi autogenic terhadap kadar glukosa darah pada pasien DM di RS An-Nisa Tangerang tahun 2025. Desain penelitian :Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Hasil :penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata kadar glukosa darah pada kelompok intervensi dari 278,76 mg/dL menjadi 272,32 mg/dL (selisih 6,44 mg/dL; p = 0,001). Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata penurunan lebih kecil, yaitu dari 276,74 mg/dL menjadi 274,86 mg/dL (selisih 1,88 mg/dL; p = 0,001). Hasil uji independent t-test menunjukkan terdapat perbedaan signifikan penurunan kadar glukosa darah antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = 0,000)<strong>.</strong></p> Cinta Sukma Awaliah Marifati, Imas Sartika, Meynur Rohmah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1491 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN PEMELIHARAAN DIRI DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KARAWACI BARU https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1477 <p>Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya hipoglikemia. Hipoglikemia dapat terjadi akibat ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan atau kurang optimalnya pemeliharaan diri <em>(self-care).</em> Kondisi ini, jika tidak segera ditangani, dapat mengakibatkan gangguan serius hingga kematian. Pemeliharaan diri yang baik, seperti pengaturan pola makan, aktivitas fisik teratur, pemantauan kadar gula darah, kepatuhan minum obat, dan perawatan kaki, sangat penting untuk mencegah hipoglikemia. Tujuan: Mengetahui hubungan pemeliharaan diri dengan kejadian hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Karawaci Baru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Hasil:Sebagian besar responden memiliki pemeliharaan diri kurang baik (82,9%) dan mengalami hipoglikemia kategori kurang (64,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemeliharaan diri dengan kejadian hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus (p-value = 0,000; p &lt; 0,05).</p> Deta Anggraeni, Kristina Everentia Ngasu, Dewi Nur Puspita Sari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1477 Mon, 05 Jan 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN SCREEN TIME DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 KOTA BANJARMASIN https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1822 <p><sup>Screen time yang tinggi dan aktivitas fisik yang rendah sering dikaitkan dengan masalah status gizi pada remaja, tercermin dari prevalensi obesitas usia 13–15 tahun di Kalimantan Selatan sebesar 3,91% dengan angka tertinggi di Kota Banjarmasin yaitu 8,38%, yang melampaui rata-rata provinsi dan mendekati target nasional RAN-PG dan SDGs (&lt;15%). Perubahan gaya hidup akibat penggunaan gawai dan kurangnya aktivitas fisik berpotensi memengaruhi keseimbangan energi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan screen time dan aktivitas fisik dengan status gizi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 101 siswa dengan sampel sebanyak 81 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran screen time dilakukan menggunakan QueST, aktivitas fisik diukur dengan IPAQ-SF, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki screen time kategori tinggi sebanyak 61 siswa (75,3%), hampir setengah responden memiliki aktivitas fisik rendah sebanyak 41 siswa (50,6%), dan sebagian besar responden memiliki status gizi kategori baik sebanyak 31 siswa (38,3%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara screen time dengan status gizi (p value=0,622; r=-0,056) maupun antara aktivitas fisik dengan status gizi (p value=0,427; r=0,090). Pendekatan kesehatan yang komprehensif perlu diperkuat untuk mendukung pemeliharaan status gizi remaja. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain longitudinal serta mempertimbangkan faktor lain, seperti pola makan dan penyakit guna memperoleh gambaran hubungan yang lebih komprehensif.</sup></p> Khairunnisa, Evy Noorhasanah, Nor Isna Tauhidah, Lukman Harun Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1822 Fri, 10 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DENGAN GARAM TERHADAP TINGKAT NYERI SENDI PADA PENDERITA GOUT ARTHRITIS https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1484 <table width="593"> <tbody> <tr> <td width="378"> <p><em>Gout arthritis</em> merupakan peradangan sendi akibat penumpukan kristal asam urat yang menimbulkan nyeri hebat, terutama pada lanjut usia. Peningkatan kasus dipengaruhi pola makan tinggi purin, gaya hidup tidak sehat, dan kurangnya kesadaran akan penanganan non-farmakologis. Salah satu metode non-farmakologis, murah, dan aman adalah terapi rendam kaki air hangat dengan garam yang dapat memberikan efek vasodilatasi, meningkatkan sirkulasi darah, serta membantu mengurangi nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi rendam kaki air hangat dengan garam terhadap tingkat nyeri sendi pada penderita <em>gout arthritis</em>. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan kuantitatif desain <em>pre-eksperimental</em> dengan pendekatan <em>one group pretest-posttest design</em>. Hasil: Hasil <em>uji Wilcoxon</em> menunjukkan <em>p-value</em> = 0,000 (&lt;0,05) pada semua hari perlakuan, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Dede Mahmuda, Kristina Everentia Ngasu, Dewi Nur Puspita Sari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1484 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA POSTER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA SISWA/I DI MTS AL-MANAR SEPATAN KABUPATEN TANGERANG https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1704 <p>Gangguan kesehatan mental pada remaja merupakan salah satu isu kesehatan yang prevalensinya cukup tinggi. Minimnya pengetahuan remaja tentang kesehatan mental dapat berdampak pada prestasi belajar dan interaksi sosial. Oleh karena itu, dibutuhkan edukasi kesehatan mental dengan media yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami, seperti poster. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media poster terhadap tingkat pengetahuan kesehatan mental pada remaja di sekolah. Desain Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain <em>pre-eksperimental</em> dengan rancangan one group pretest-posttest design. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi dengan media poster. Hasil uji Wilcoxon mendapatkan nilai <em>p &lt; 0,05</em>, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest. Kesimpulan: Edukasi kesehatan mental dengan media poster efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja di Mts Al-Manar Sepatan Kabupaten Tangerang. Poster dapat dijadikan media edukasi berkelanjutan di sekolah maupun fasilitas kesehatan.</p> Dewi Septiawati, Siti Rochmani, Ida Faridah Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1704 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1482 <p>Hipertensi sering disebut sebagai “<em>the silent killer</em>” karena tidak menunjukkan gejala yang jelas pada awalnya. Kurangnya pengetahuan tentang gejala dan pengobatan yang tidak teratur, termasuk ketidakpatuhan dalam minum obat, menjadi tantangan besar dalam penatalaksanaan hipertensi dan dapat meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan: untuk mengkaji pengaruh edukasi kesehatan terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain <em>quasi-experiment</em> dengan pendekatan <em>one group pretest-posttest</em>. Hasil uji <em>Wilcoxon</em> menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara edukasi kesehatan terhadap pengetahuan (p-value = 0,001) dan kepatuhan minum obat (<em>p</em>-<em>value</em> = 0,001).</p> Devani Mutia Widiastuty, Kristina Everentia Ngasu, Dewi Nur Puspita Sari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1482 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 Hubungan Tingkat Kesejahteraan Psikologis Dan Body Image Dengan Kesehatan Mental Di SMAN 25 Kab Tangerang https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1521 <p>ABSTRAK</p> <table width="593"> <tbody> <tr> <td width="378"> <p><strong>L</strong><strong>atar Belakang: </strong>Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental akibat perubahan fisik, emosional, dan sosial yang dialami. Gangguan Kesehatan mental seperti kecemasan, stress dan depresi kian meningkat di kalangan remaja Indonesia. Kesejahteraan psikologis dan <em>body image </em>menjadi dua faktor yang sangat krusial tentunya mempengaruhi kondisi mental remaja. <strong>Tujuan : </strong>Untuk mengetahui hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dan <em>body image </em>dengan kesehatan mental di SMAN 25 Kab. Tangerang. <strong>Metode Penelitian : </strong>bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain <em>cross-sectional. </em>Sampel terdiri dari 195 siswa/I kelas XI yang dipilih menggunakan <em>stratified random sampling</em>. Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa bivariat yaitu<em> chi-square </em>untuk menunjukkan ada atau tidaknya korelasi antara variable bebas dan terikat. <strong>Hasil : </strong>hasil hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dengan kesehatan mental didapatkan p <em>value (0,001)</em> dan <em>body image </em>dengan Kesehatan mental diapatkan p <em>value</em> <em>(0,001)</em> kesimpulannya, kesejahteraan psikologis dan <em>body image </em>memiliki hubungan terhadap kesehatan mental remaja. Diharapkan hasil penelitian dapat bermanfaat bagi SMAN 25 Kab. Tangerang dan peneliti selanjutnya dimana hasil penelitian dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperhatikan masalah terkait hubungan tingkat kesejahteraan psikologis dan <em>body image </em>dengan kesehatan mental pada remaja.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Kesejahteraan psikologis, <em>body image</em>, kesehatan mental, remaja</p> <p><em><strong>ABSTRACT</strong></em></p> <table width="593"> <tbody> <tr> <td width="378"> <p><em><strong>Background:</strong> Adolescents are an age group vulnerable to mental health disorders due to the physical, emotional, and social changes they experience. Mental health disorders such as anxiety, stress, and depression are increasing among Indonesian adolescents. Psychological well-being and body image are two crucial factors that undoubtedly influence adolescent mental health. <strong>Purpose : </strong>To determine the relationship between the level of psychological well-being and body image with mental health at SMAN 25 Tangerang Regency. <strong>Research Method : </strong>Quantitative with a descriptive correlation approach and cross-sectional design. The sample consisted of 195 students of grade XI selected using stratified random sampling. Data analysis in this study used bivariate analysis, namely Pearson chi-square, to show whether or not there is a correlation between the independent and dependent variables<strong>. Results: </strong>The relationship between psychological well-being and mental health obtained a p-value (0.00), and body image and mental health obtained a p- value (0.00). In conclusion, psychological well-being and body image are related to adolescent mental health. It is hoped that the results of this study will be useful for SMAN 25 Tangerang Regency and future researchers, where the rults of the study can be used as a consideration in addressing issues related to the relationship between psychological well-being and body image with mental health in adolescents.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Psychological well-being, body image, mental health, adolescen</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> </td> </tr> </tbody> </table> Nurhasanah, Lastri Mei Winarni, Ida Farida Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1521 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH EDUKASI TERHADAP IMPLEMENTASI PERNAPASAN ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE (ACBT) DAN BATUK EFEKTIF PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1480 <p>Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis yang dapat membantu pasien PPOK adalah teknik pernapasan <em>Active Cycle of Breathing Technique</em> (ACBT) dan batuk efektif. Namun, kurangnya pemahaman pasien menyebabkan implementasi teknik tersebut masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap implementasi pernapasan ACBT dan batuk efektif pada pasien PPOK. Metode: Penelitian menggunakan desain <em>pre-eksperimental one group pretest-posttest</em>. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan implementasi ACBT dan batuk efektif setelah diberikan edukasi (p &lt; 0,05). Hal ini membuktikan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan kemampuan pasien PPOK untuk melakukan teknik tersebut dengan benar.</p> Destia Chaerani, Kristina Everentia Ngasu, Dewi Nur puspitasari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1480 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH EDUKASI STIMULASI PERKEMBANGAN SEKTOR MOTORIK KASAR MENGGUNAKAN VIDEO TERHADAP KEMANDIRIAN IBU DALAM MEMAKSIMALKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 0-6 TAHUN https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1493 <p>Perkembangan motorik kasar pada anak usia 0–6 tahun memegang peranan penting dalam mendukung kemampuan fisik, koordinasi, dan kemandirian anak di masa pertumbuhan. Orang tua, khususnya ibu, memiliki peran strategis dalam memberikan stimulasi yang tepat untuk memaksimalkan perkembangan tersebut. Namun, kurangnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam melakukan stimulasi motorik kasar masih menjadi permasalahan yang umum ditemui. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi stimulasi perkembangan sektor motorik kasar menggunakan media video terhadap kemandirian ibu dalam memaksimalkan perkembangan motorik kasar anak usia 0–6 tahun. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah <em>quasi experiment </em>dengan rancangan <em>pretest-posttest control group design</em>. Sampel penelitian berjumlah 42 responden dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemandirian berdasrkan denver</p> Friyanka Aisyah Sayyidha, Ria Setia Sari, M. Martono Diel Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1493 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP MOTIVASI REMAJA PUTRI DALAM MELAKUKAN SADARI (PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI) DI SMK N 6 KOTA TANGERANG https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1478 <p>Kanker payudara menjadi penyebab utama kematian pada wanita, termasuk remaja. SADARI merupakan metode deteksi dini yang sederhana, namun motivasi remaja putri untuk melakukannya masih rendah. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap motivasi remaja putri dalam melakukan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) di SMK N 6 Kota Tangerang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain <em>one group pre-test and post-test </em>melibatkan 68 siswi kelas x (sepuluh). Data dikumpulkan dengan kuisioner motivasi dan dianalisis menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test. </em>Hasil Penelitian: Hasil uji <em>Wilcoxon Signed Rank test </em>menunjukkan peningkatan rata-rata skor motivasi dari 29,51 menjadi 33,29 dengan nilai p = 0,001 (&lt;0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap motivasi remaja dalam melakukan SADARI.</p> Ani Andini, Nanang Prasetyo Budi , Rina Puspita Sari Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1478 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Kombinasi Massage Punggung Dan Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Hipertensi Untuk Pencegahan Stroke Di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1829 <p>Hipertensi termasuk penyakit degeneratif dengan prevalensi yang selalu mengalami peningkatan serta adalah faktor risiko terjadinya stroke. Pengendalian tekanan darah bukan sebatas dengan terapi farmakologis saja, namun pula dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis contohnya kombinasi massage punggung dengan relaksasi napas dalam. Tujuan penelitian ini dalam rangka melihat pengaruh kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi sebagai upaya pencegahan stroke di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Pendekatan kuantitatif dipergunakan pada penelitian ini dengan memanfaatkan desain quasi-experimental melalui model one group pretest–posttest without control. Ada sejumlah 16 responden sebagai sampel dan dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria eksklusi maupun inklusi. Tekanan darah diukur sesudah maupun sebelum pemberian intervensi berupa kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam dengan waktu ±15 menit. Data dianalisis melalui uji statistik dalam rangka melihat adanya perbedaan pada saat sesudah serta sebelum intervensi. Hasilnya yaitu rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 143,19 mmHg serta sesudah intervensi mengalami penurunan menjadi 135,13mmHg, sedangkan sesudah intervensi didapatkan rata-rata tekanan darah diastolik sebesar 78,5 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan nilai sig. dari tekanan darah sistolik yaitu sejumlah 0,018 serta untuk diastolik yaitu sejumlah 0,035 (p &lt; 0,05), sehingga bisa didapatkan kesimpulan kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini memiliki kesimpulan yaitu kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam efektif sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu menekan tekanan darah serta berpotensi menjadi intervensi keperawatan mandiri dalam pencegahan komplikasi seperti stroke.</p> <p>&nbsp;</p> Eva Fitriani, Fitri Anita , Tubagus Erwin Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Vokasi Kesehatan https://journal.bengkuluinstitute.com/index.php/juvokes/article/view/1829 Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 +0000