Hubungan Perilaku Pencegahan 3M Plus Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Bintuhan Kabupaten Kaur
DOI:
https://doi.org/10.58222/juvokes.v3i1.765Kata Kunci:
Behavior, dengue hemorrhagic fever (DHF), 3M plus preventionAbstrak
Data from the World Health Organization (WHO) says that in 2022, every year it is estimated that 50-100 million cases of dengue hemorrhagic fever (DHF) will occur in the world. The highest number of DHF in Kaur Regency is in the Bintuhan Community Health Center working area, namely 21 cases in 2022. This research aimed to determine the relationship between 3M Plus prevention behavior and DHF incidents in the Bintuhan Community Health center working area, Kaur Regency. This type of research was Analytical Survey, with a Case Control research design. The case population was all heads of families who had family members suffering from DHF in the period January 2022-April 2023 in the Bintuhan Community Health Center working area, Kaur Regency, totaling 33 families. The control population was all families whose family members did not suffer from DHF in the Bintuhan Community Health Center working area in the period January 2022-April 2023, totaling 3,525 families. The number of samples in this study was 66 heads of families consisting of 33 case samples and 33 control samples, with a ratio of 1:1. The data analysis used in this research was univariate analysis, bivariate analysis using the Chi-Square test. The research results showed that of the 66 heads of families, 39 heads of families (59.1%) implemented 3M Plus prevention behavior and 33 heads of families (50.0%) experienced DHF. There was a relationship between 3M plus prevention behavior and the incidence of DHF in the strong relationship category and odd ratio (OR) = 48,438. It is recommended that the Bintuhan Community Health Center, Kaur Regency, develop strategies for preventing and controlling DHF, one of which is holding aducation about DHF.
Referensi
Apriyandi, I. (2018) Hubungan Perilaku Pencegahan 3M Plus dengan Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Cempaka Putih Banjarmasin, Jurnal Unpam 8 (3):174-178. DOI: http://dx.doi.org/10.32493/s m.v3i1.8361
Darma, W.A, Syafriani dan Kusumawati, N. (2022). Hubungan Perilaku Pemberantasan sarang Nyamuk dengan Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Salo Desa Ganting Kabupaten Kampar. Jurnal Excellent, 1 (1): 30-34
Dinkes Provinsi Bengkulu. (2022). Profil Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Bengkulu: Dinkes Provinsi Bengkulu.
Julkifnidin. (2016). Analisis Pelaksanaan program pemberantasan DBD dan tingkat keberhasilan pencegahan dan pengendaliannya di Puskesmas Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat. Naskah Publikasi. Solo: Universitas Negeri Surakarta. Diunduh dari: https://eprints.ums.ac.id/46060/36/1.Pbulikasi_Upload.2003.pdf
Kemenkes RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.
Kemenkes RI. (2018). Petunjuk Teknis Implementasi PSN 3M - Plus dengan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Jakarta: Kemenkes RI. Diunduh dari: https://www.scribd.com. (Diakses: 21 April 2023).
Najmah T. (2019). Hubungan Antara Pengetahuan dan Persepsi dengan Perilaku Masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) di Kota Kediri. Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Priesley F., Reza, M., & Rusjdi, S. R. (2018). Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Menutup, Menguras dan Mendaur Ulang Plus (3M Plus) terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Andalas. Jurnal Kesehatan Andalas, 7 (1): 124-130.
Puskesmas Bintuhan. (2022). Data DBD Wilayah Kerja Puskesmas Bintuhan Kabupaten Kaur. Kaur: Puskesmas Bintuhan.
Puskesmas Bintuhan. (2022). Profil Wilayah Kerja Puskesmas Bintuhan Kabupaten Kaur. Kaur: Puskesmas Bintuhan.
Sari, T. W., & Putri, R. (2019), Hubungan PSN 3M Plus dengan kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru : Studi Kasus Kontrol. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 3(2). Diunduh dari: https://journal.fkm.ui.ac.id/epid/article/view/1781
Sinta, (2018). Hubungan Perilaku 3M Plus Masyarakat dengan Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari Surakarta. Jurnal Medula, 2(2): 1-15. DOI: http//10.21831/jpv.v2i1.1019
Suryani & Sari, D. O. (2017). Hubungan Perilaku 3M dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu. Higiene, 3(3): 132-136. Diunduh dari: file:///C:/Users/ACER/Downloads/4338-Article%20Text-9593-1-10-20180215%20(1).pdf
Toar J, Berhimpong, M., & Langkai, S.M. (2019). Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Kumelembuai. Junal Kesehatan Masyarakat UNIMA, 2 (1): 14-20.
Warisidi. (2009). Bahaya Dan Pencegahan DBD. Bekasi: Mitra Utama.
WHO. (2022). Dengue and Severe Dengue. Diunduh dari: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue (Diakses 23 April 2023).
Widoyono, Z. (2018). Pengaruh Pengetahuan dan Kepercayaan Ibu terhadap Tindakan Mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu Kota Tebing Tinggi. Tesis. Medan: Universitas Sumatera Utara.












_1.png)
