Pengaruh Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Pusksesmas Perumnas

Penulis

  • Yunita Ery Susanty Universitas Ratu Samban
  • Zuraida Zuraida Universitas Ratu Samban
  • Silvalia Rahma Pratiwi Universitas Ratu Samban
  • Shinta Puji Lestari Universitas Ratu Samban
  • Vevbi Apriani Universitas Ratu Samban
  • Yiyin Widia Sari Universitas Ratu Samban

DOI:

https://doi.org/10.58222/juvokes.v4i2.1790

Kata Kunci:

Hypertension, Elderly Exercise, Blood Pressure, Non-Pharmacological Therapy, Elderly

Abstrak

Baik di negara industri maupun negara berkembang, penyakit kardiovaskular merupakan ancaman signifikan bagi kesehatan masyarakat. Secara global, hipertensi menduduki peringkat sebagai penyebab kematian utama setiap tahunnya. Di seluruh dunia, hipertensi memengaruhi sekitar 1,28 miliar individu berusia 30-79 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Kementerian Kesehatan Indonesia melaporkan bahwa 30,8% penduduk menderita hipertensi pada tahun 2023. Dengan tren yang mengkhawatirkan di semua kelompok usia, prevalensi hipertensi di Indonesia terus berada di sekitar sepertiga populasi dewasa pada tahun 2025. Sementara itu, hipertensi termasuk dalam sepuluh penyakit teratas di Kabupaten Bengkulu Utara. Menurunkan tekanan darah tanpa menggunakan obat-obatan dan potensi efek sampingnya dimungkinkan melalui pengobatan non-farmakologis. Senam untuk lansia adalah salah satu jenis pengobatan non-farmakologis tersebut. Sebagai jenis latihan fisik, senam lansia terdiri dari serangkaian gerakan terkoordinasi yang dirancang untuk menjaga tubuh tetap bergerak dan kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana senam untuk lansia memengaruhi tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Secara spesifik, pendekatan kuasi-eksperimental pretest-posttest satu kelompok digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan pengambilan sampel yang digunakan sangat teliti. Sebanyak 21 orang berpartisipasi dalam penelitian ini. Temuan menunjukkan bahwa lansia yang melakukan senam lansia menurunkan tekanan darah sistolik mereka dari rata-rata 141 mmHg sebelum aktivitas menjadi 125 mmHg setelahnya, menunjukkan bahwa senam lansia membantu mengatur tekanan darah. Tekanan darah diastolik turun dari rata-rata 91 mm Hg sebelum olahraga menjadi 79 mm Hg setelahnya. Lansia dengan hipertensi mungkin mendapat manfaat dari senam dalam menurunkan tekanan darah, seperti yang ditunjukkan oleh nilai p 0,000 (nilai p <0,005).

Referensi

Dewi, S. R. (2014). Keperawatan Gerontik. CV. Budi Utama.

Hastuti, A. P. (2022). Hipertensi. Lakeisha.

Irawan, E. e. all. (2025). Buku Ajar Keperawatan Gerontik Untuk Diploma III Keperawatan. CV Eureka Media Aksara.

Kurnia, A. (2020). Selft Management Hipertensi. CV. Jkad Media Publishing.

Nora, Rista., (et.all). (2022). PENYULUHAN DAN SOSIALISASI HIPERTENSI PADA LANSIA DI AUR KUNING BUKITTINGGI SUMATERA BARAT. Jurnal Abdimas Saintika, 5, 2.

Puspita, T. (2024). Terapi Nonfarmakologis Revolusi Gaya Hidup Sehat. PT. Nasya Expanding Management.

Saputra, M. Khalid Fredy., solichatin., t. al. (2022). Keperawatan Keluarga. Pradina Pustaka.

Sumartini, Nyi Putu., Zulkipli., A. (2019). PENGARUHSENAM HIPERTENSI LANSIA TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CAKRANEGARA KELURAHAN TURIDA TAHUN 2019. Keperawatan Terpadu, 1, 47–55.

Yanti, meyi.,Alkafi., Yulita, D. (2021). Senam Lansia Terhadap Tekanan Darah pada lansia Hipertensi. Jurnal Ilmu Kesehatan, 5, 44–51.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30

Cara Mengutip

Susanty, Y. E., Zuraida, Z., Silvalia Rahma Pratiwi, Shinta Puji Lestari, Vevbi Apriani, & Yiyin Widia Sari. (2025). Pengaruh Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Pusksesmas Perumnas. Jurnal Vokasi Kesehatan, 4(2), 293–298. https://doi.org/10.58222/juvokes.v4i2.1790

Terbitan

Bagian

Articles