Peningkatan Pengetahuan Tentang Pencegahan Diare dan Pengelolaan Air Bersih Di Desa Way Hui Kabupaten Pesawaran

Penulis

  • Nurul Aziza Universitas Mitra Indonesia
  • Aila Karyus Universitas Mitra Indonesia
  • Dwi Yulia Maritasari Universitas Mitra Indonesia
  • Dinda Monika Universitas Mitra Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58222/juvokes.v4i1.1313

Kata Kunci:

Diare, Pengelolaan Air, Penyuluhan

Abstrak

Pada Tahun 2022 target penemuan kasus diare balita di Kabupaten Pesawaran berjumlah 7.708 kasus dengan hasil penemuan kasus diare balita 1.071 kasus atau sebesar 13,90%. (Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, 2022). Sasaran penyuluhan adalah ibu batita sebanyak 30 orang di posyandu desa Way Hui kabupaten Pesawaran. Penyuluhan di laksanakan di salah satu rumah kader posyandu di desa Way hui Kabupaten Pesawaran. Penyuluhan kesehatan dilakukan dengan metode ceramah, selama kegiatan berlangsung kondusif dan interaktif responden aktif bertanya dan menyimak materi yang di sampaikan oleh tim pengabdian, kegiatan penyuluhan berlansung selama 35 menit dan di lanjutkan dengan sesi diskusi Tanya jawab selama 15 menit. Setelah di lakukan penyuluhan responden di beri kuesioner dan di dapatkan hasil pengetahuan responden meningkat yang di tandai dengan peningkatan hasil nilai rata rata dari post test 87,5. Dapat dibuktikan bahwa penyuluhan kesehatan yang baik akan memberikan peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap diare an pengelolaan air bersih

Referensi

Chola L, Michalow J, Tugendhaft A, and Hofman K. (2015). Reducing diarrhoea deaths in South Africa: costs and effects of scaling up essential interventions to prevent and treat diarrhoea in underfive children. BMC Public Health, 15(394):1-10.

Depkes RI. (2011). Situasi diare di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Indonesia.

Dhera, A. A., & Porusia, S. K. M. M. (2021). Kajian literatur hubungan antara faktor lingkungan dengan kejadian diare pada balita. Universitas Muhammadiyah Surakarta. https://eprints.ums.ac.id/91351/1/Naskah%20Publikasi.pdf

Fitriani, N., Darmawan, A., & Puspasari, A. (2021). Analisis faktor risiko terjadinya diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi. Medical Dedication (Medic): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FKIK UNJA, 4(1), 154–164. https://doi.org/10.22437/medicaldedication.v4i1.13472

Haryanti, I., & Camelia, R. (2024). Analisis pengetahuandan ketersediaan air bersih dengan kejadian diare pada balita. Cendekia Medika: Jurnal STIKes Al-Ma’arif Baturaja, 9(1), 199–205. https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v9i1.356

Iryanto, A. A., Joko, T., & Raharjo, M. (2021). Literature review: Faktor risiko kejadian diare pada balita di Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 1–7. https://doi.org/10.47718/jkl.v11i1.1337

Permatasari, AC & Sinuraya, RK. (2016). Perbaikan Sanitasi, Higienitas, dan Ketersediaan Air Bersih dalam Pencegahan Diare. Farmaka, 4 (4): 1-16

Unicef Indonesia. (2012). Ringkasan Kajian: Air Bersih, Sanitasi, & Kebersihan. Diakses tanggal 02 Juli 2017, dari https://www.unicef.org/indonesia/id/A8_- _B_Ringkasan_Kajian_Air_Bersih.pdf

Untung, O. (2008). Menjernihkan air kotor. Jakarta: Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara.

WHO. (2015). The Global Health Observatory. Diakses tanggal 15 Juni 2025, dari http://www.who.int/gho/en/.

WHO. (2016). Drinking-water. Diakses tanggal 15 Juni 2025, dari http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs391/en/

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-30

Cara Mengutip

Aziza, N., Karyus, A., Maritasari, D. Y., & Monika, D. . (2025). Peningkatan Pengetahuan Tentang Pencegahan Diare dan Pengelolaan Air Bersih Di Desa Way Hui Kabupaten Pesawaran. Jurnal Vokasi Kesehatan, 4(1), 41–44. https://doi.org/10.58222/juvokes.v4i1.1313

Terbitan

Bagian

Articles