Implementasi Kebijakan Perlindungan Anak dalam Meningkatkan Kemandirian (Studi Kasus pada Spectrum Autisme di Yayasan Bhakti Luhur)
DOI:
https://doi.org/10.58222/ewygr282Keywords:
Implementasi Kebijakan, Perlindungan Anak, Kemandirian, Autisme, Yayasan Bhakti LuhurAbstract
Meningkatnya jumlah anak yang terdiagnosis autism spectrum disorder (ASD) di Indonesia menunjukkan perlunya penguatan sistem layanan intervensi dini dan pendampingan yang berkelanjutan. Anak dengan spektrum autisme umumnya mengalami hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi, serta perilaku repetitif yang dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk hidup mandiri. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya dan program yang mendukung pengembangan kemandirian anak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program yang dilakukan di Yayasan Bhakti Luhur Malang dalam meningkatkan kemandirian anak dengan spektrum autisme agar mampu mengurus diri sendiri dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas anak dengan spektrum autisme, pengasuh, pekerja sosial, dan pihak terkait yang terlibat dalam proses pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Bhakti Luhur Malang menerapkan berbagai program intervensi yang terstruktur untuk mengembangkan kemandirian anak. Program tersebut meliputi Latihan Master, yaitu pelatihan keterampilan hidup sehari-hari dan kedisiplinan yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing anak, serta penerapan metode Applied Behavior Analysis (ABA) yang dilakukan melalui pemberian instruksi secara bertahap dan sistematis sehingga lebih mudah dipahami dan diikuti oleh anak. Selain itu, keberhasilan program didukung oleh kerja sama yang baik antara biarawati, pengasuh, pekerja sosial, guru, dan tenaga profesional lainnya dalam memberikan pendampingan secara berkelanjutan.





_1.png)
