Kesehatan Reproduksi Remaja Pesisir

Authors

  • Emi Kosvianti Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Riska Yanuarti Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Nopia Wati Universitas Muhammadiyah Bengkulu
  • Egi Alifia putri Universitas muhammadiyah bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.58222/jupengkes.v1i2.124

Keywords:

Edukasi, Kesehatan, Reproduksi, Remaja

Abstract

Masyarakat pesisir pada umumnya telah menjadi bagian
masyarakat yang pluraristik tapi masih tetap memiliki jiwa
kebersamaan. Artinya bahwa struktur masyarakat pesisir ratarata merupakan gabungan karakteristik masyarakat perkotaan
dan pedesaan. Hal menarik adalah bahwa bagi masyarakat
pesisir, hidup di dekat pantai merupakan hal yang paling
diinginkan untuk dilakukan mengingat segenap aspek
kemudahan dapat mereka peroleh dalam berbagai aktivitas
kesehariannya. Masa remaja merupakan masa peralihan antara
masa kehidupan anak-anak dan masa kehidupan orang dewasa
yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan
biologis dan psikologis. Secara biologis ditandai dengan
tumbuh dan berkembangnya seks primer dan seks sekunder
sedangkan secara psikologis ditandai dengan sikap dan
perasaan, keinginan dan emosi yang labil atau tidak menentu.
Masa remaja merupakan masa fungsi organ reproduksi dan
sistem hormonal mulai bekerja, secara alamiah remaja
menjadi sangat ingin tahu tentang seks. Keingintahuan remaja
biasanya disalurkan lewat perbincangan dengan teman sebaya,
mencari informasi dari sumber-sumber pornografi, dan lalu
mempraktekkan dengan diri sendiri, pacar, teman, atau orang
lain. Pada survey yang dilaksanakan tim ke SMK Negeri 07
Kota Bengkulu, yang dilaksanakan pada tanggal 10 November
2022, diketahui dari hasil wawancara dengan salah satu guru
yang mengejar di SKM Negeri 07 Kota Bengkulu, siswa/i
yang bersekolah di SMK 07 Negeri Kota Bengkulu memang
banyak yang berasal dari masyarakat pesisir pantai, sehingga
tim memutuskan melakukan kegiatan penyuluhan di SKM 07
Negeri Kota Bengkulu dengan pertimbangan pada sekolah
tersebut ada beberapa kasus anak yang putus sekolah yang
didukung banyak faktor seperti, pernikahan, kenakalan remaja
dan masih banyak lagi. Sehingga tema yang akan kami
sampaikan pada saat penyuluhan berkaitan guna untuk
memenuhi tugas mata kuliah kesehatan masyarakat pesisir.

References

Agustina, Y. (2018). Pelaksanaan Layanan Informasi Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (Studi Di Bkkbn Provinsi Bengkulu). http://repository.iainbengkulu.ac.id/id/ eprint/3093

Nopianti, H., Hanum, S. H., & Widiono, S. (2019). Nilai-Nilai Lokal Masyarakat Pesisir Dalam Upaya Pelestarian Sumberdaya Pesisir Di Kota Bengkulu. Jurnal Sosiologi Nusantara, 1(1), 38–47. https://doi.org/10.33369/jsn.1.1.38-47

Romulo, H. M., Akbar, S. N., & Mayangsari,

M. D. (2016). Peranan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Terhadap Perilaku Seksual Remaja Awal. Jurnal Ecopsy, 1(4). https://doi.org/10.20527/ecopsy.v1i4.5

Wahyudin, Yudi. 2003. Makalah Pelatihan

Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Pusat Diklat Kehutanan Sistem Sosial Ekonomi Dan Budaya Masyarakat Pesisir. https://www.researchgate.net/publicati on/282662169_Sistem_Sosial_Ekono mi_ dan_Budaya_Masyarakat_Pesisir.

Sirupa, T. A., Wantania, J. J. E., & Suparman, E. (2016). Pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja tentang kesehatan reproduksi. E-CliniC, 4(2), 137–144. https://doi.org/10.35790/ecl.4.2.2016

Monika, A., Pratiwi, B. A., Febriawati, H., & Wati, N. (2021). Pengaruh Promosi Kesehatan Dengan Metode Video Terhadap Pengetahuan Siswa Siswi Kelas XI Tentang Seksualitas Remaja di SMAN 07 Kota Bengkulu. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Miracle, 1(1), 47–54. Retrieved from http://jurnal.umb.ac.id/index.php/miracle/article/view/1832

Downloads

Published

2023-05-18

How to Cite

Emi Kosvianti, Riska Yanuarti, Nopia Wati, & Alifia putri, E. (2023). Kesehatan Reproduksi Remaja Pesisir. JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN, 1(2), 20–29. https://doi.org/10.58222/jupengkes.v1i2.124

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)