PENGARUH HARGA OBLIGASI DAN IMBAL HASIL (YIELD) DI PASAR TERBUKA TERHADAP TINGKAT SUKU BUNGA DI PROVINSI BENGKULU PADA TAHUN 2014- 2023
DOI:
https://doi.org/10.58222/jemakbd.v5i1.1807Keywords:
Harga Obligasi, Yield, Tingkat Suku BungaAbstract
Penelitian ini mengkaji pengaruh harga obligasi dan yield terhadap tingkat suku bunga di Provinsi Bengkulu selama periode 2014–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan resmi Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penentuan periode sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan menggunakan data runtut waktu (time series) selama sepuluh tahun. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan transformasi logaritma natural, serta didukung oleh koefisien determinasi (R²), korelasi berganda (R), dan pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga obligasi (X₁) dan yield (X₂) secara simultan mampu menjelaskan sebesar 99,6% variasi tingkat suku bunga (Y), sedangkan sisanya sebesar 0,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Variabel harga obligasi berpengaruh negatif terhadap tingkat suku bunga dengan koefisien sebesar –4,421, yang mengindikasikan bahwa peningkatan harga obligasi cenderung menurunkan tingkat suku bunga. Sementara itu, variabel yield memiliki koefisien positif sebesar 2,291 namun tidak berpengaruh secara signifikan secara statistik. Hasil uji F menunjukkan bahwa kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat suku bunga, sedangkan uji t mengungkapkan bahwa hanya variabel harga obligasi yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat suku bunga di Provinsi Bengkulu.
References
Akbar, M. (2012). The Theory of Interest. Jakarta: UI Press.
Ambarwati, N. (2016). Obligasi Daerah: Konsep dan Implementasi. Yogyakarta: Andi.
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Keuangan Provinsi Bengkulu 2014–2022. Bengkulu: BPS Provinsi Bengkulu.
Bustomi, A. (2018). Ekonomi Moneter. Jakarta: Prenadamedia Group.
Fabozzi, F. J. (2024). Analisa Pendapatan Tetap. Jakarta: Salemba Empat.
Herania, F., & Maski, G. (2022). Efek Fisher dan implikasinya terhadap kebijakan moneter di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 9(3), 155–166.
Kristina, D., Sari, M., & Rahayu, I. (2024). Obligasi Daerah: Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.
Louhenapessy, A., Putra, R., & Susilo, M. (2024). Analisis transmisi kebijakan moneter terhadap pasar obligasi daerah di Indonesia. Jurnal Keuangan dan Ekonomi Regional, 12(1), 25–39.
Lestari, N. (2023). Karakteristik yang memengaruhi likuiditas pasar obligasi Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Modern, 7(1), 44–59.
Mujasmara, A., Noya, D., & Syarif, R. (2024). Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter. Jakarta: Lembaga Penerbit FE-UI.
Nilasari, D., & Warsitasari, D. (2023). Likuiditas dan pengaruhnya terhadap imbal hasil obligasi. Jurnal Keuangan dan Investasi, 8(2), 65–80.
Nugraha, A. (2020). Analisis pengaruh suku bunga Bank Indonesia terhadap imbal hasil obligasi pemerintah. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 35(2), 115–128.
Purwanti, S., & Purwidianti, W. (2017). The Theory of Interest. Yogyakarta: Pustaka Ekonomi.
Rahmawati, S. (2021). Pengaruh risiko pasar dan likuiditas terhadap harga obligasi di pasar primer dan sekunder Indonesia. Jurnal Pasar Modal dan Keuangan, 6(4), 211–226.
Walsh, C. E. (2016). Monetary Theory and Policy (3rd ed.). Cambridge, MA: MIT Press.
Widjaja, D. (2022). Analisis pengaruh suku bunga dan inflasi terhadap harga obligasi di pasar sekunder Indonesia. Jurnal Investasi dan Keuangan, 8(1), 77–90.


.png)





_1.png)
